PENGARUH PROBIOTIK LACSACPRO TERHADAP PRODUKSI DAN BOBOT TELUR ITIK YANG DIPELIAHARA SECARA TERKURUNG

  • Imam Suswoyo Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
  • Elly Tugiyanti Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
Keywords: itik, probiotik, produksi telur, bobot telur

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi mikroba dalam probiotik multy strains Lacsacpro (kombinasi antara bakteri Lactobacillus sp. dengan ragi Saccharomyces cerevisiae) yang optimal untuk itik petelur yang dipelihara secara terkurung dari sudut produksi dan bobot telur. Penelitian terdiri dari 2 tahap yaitu: Tahap 1: perakitan probiotik Lacsacpro yang paling efektif dengan cara rekayasa jumlah bahan sumber mikroba. Sampel probiotik Lacsacpro yang dihasilkan kemudian dianalisa kandungan masing-masing mikrobanya secara kuantitatif, sehingga diketahui secara pasti rata-rata populasinya.  Tahap 2:  uji coba Lacsacpro hasil tahap pertama (Lacsacpro-1, Lacsacpro-2, Lacsacpro-3) pada itik periode produksi. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap. Sebagai perlakuan adalah pemberian Lacsacpro-1 (L-1), Lacsacpro-2 (L-2), dan Lacsacpro-3 (L-3) masing-masing sebanyak 5 ml/kg pakan. Setiap perlakuan diulang 6 kali jadi terdapat 18 petak kandang yang berisi 30 ekor itik periode produksi tiap petak, sehingga secara keseluruhan digunakan 540 ekor. Probiotik dicampurkan dalam air untuk mencampur pakan dan diberikan setiap pagi. Perlakuan diberikan selama 3 bulan. Peubah yang diukur yaitu produksi telur (persentase HDP) dan bobot telur. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa variansi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan analisa laboratorium diperoleh populasi Lactobacillus sp. pada L-1, L-2 dan L-3 berturut-turut adalah 1.62 x 106, 1.45 x 106, dan 1.31 x 106.  Sedangkan untuk species Saccharomyces cerevisiae pada L-1, L-2 dan L-3 masing-masing adalah 1.33 x 106, 1.38 x 106, dan 1.23 x 106.  Rata-rata produksi telur adalah 65,14 + 6,32% berkisar antara 46,5 sampai 81,73%.  Berat telur berkisar antara 66,34 – 77,33 gram, dengan rata-rata 71.73 + 6.077 gram. Hasil analisa statistik memperlihatkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap parameter yang diuji. Disimpulan bahwa probiotik L-1, L-2 dan L-3 memiliki pengaruh yang sama terhadap produksi dan bobot telur.

References

BPS. 2020. Peternakan dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
Arundhati, ST. 2020. Strategi Menghadapi Perubahan Iklim dalam Era New Normal untuk Mendukung Peternakan Maju, Mandiri dan Modern. Pros. Semnas Teknologi Peternakan dan Veteriner. ICARD. Bogor.
Markert, P. 2021. Managing indoor climates in poultry houses in the tropics. Poultry World Jun 23, 2021.
Sejian, V, VP Rashamol, dan R Bhatta. 2019. Impact of Heat Stress: Production vs Adaptation. Dalam: Heat Stress: Solutions to combat the damage (Ed. R. Burgin). Misset Uitgewerij BV. Doetinchem.
UN.2021. Climate Action. United Nations, New York.
UNDP.2007. Sisi lain perubahan iklim : Mengapa Indonesia harus beradaptasi untuk melindungi rakyat miskinnya. UNDP Indonesia Country Office. Jakarta.
Lacetera, N. 2019. Impact of climate change on animal health and welfare. Animal Frontiers. 9(1):26–31.
LAPAN, 2012. Perubahan Iklim di Indonesia. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Jakarta.
Ahmad, T dan M Sarwar. 2005. Dietary Electrolytes Combat Heat Stress in Broilers. Feed Mix. The International Journal on Feed, Nutrition and Technology.13 (4):15-17.
Lara, LJ. dan MH Rostagno. 2013. Impact of Heat Stress on Poultry Production. Animals (Basel). 3(2): 356–369.
Suswoyo, I dan Rosidi. 2016. Welfare and Egg Production of Local Ducks Fed Diets Containing Two Probiotics in Commercial Farms. International J. of Poul. Sci. 15 (6): 235-239.
Suswoyo, I, Ismoyowati W, Widodo, dan Z Vincēviča–Gaile. 2021. The Use of Probiotic and Antioxidants to Improve Welfare and Production of Layer Duck at Commercial Farms for Global Warming Mitigation. E3S Web of Conferences 226, 00025.
Scholz-Ahrens, KE, P Ade, B Marten, P Weber, W Timm, Y Acil, CC Gluer, dan J Schrezenmeir. 2007. Prebiotics, probiotics, and synbiotics affect mineral absorption, bone mineral content, and bone structure. J. Nutr. 137(3) Suppl. 2:838S–846S
Purkhan, NN, Laila S, dan Sumarsih. 2017. Lactobaccilus bulgaricus sebagai Probiotik guna Peningkatan Kualitas Ampas Tahu untuk Pakan Cacing Tanah. Jurnal Kimia Riset. 2(1): 1-9.
Fernandez-Pacheco, P, M Arevalo-Villena, A Bavilacqua, MR Cobo, dan AB Perez. 2018. Probiotic characteristics in Saccharomyces cerevisiae strains: Properties for application in food industries. LWT - Food Science and Technology. 97: 332–340.
Munira, S, LO Nafiu, dan AM Tasse. 2016. Performans Ayam Kampung Super pada Pakan yang Disubstitusi Dedak Padi Fermentasi dengan Fermentor Berbeda. JITRO. 3(2): 22-29.
Rahayu, ES. 2020. Probiotik. PS Pangan dan Gizi UGM Yogyakarta.
Rizal, S, M Erna, F Nurainy, dan A R Tambunan. 2016. Karakteristik Probiotik Minuman Fermentasi Laktat Sari Buah Nanas dengan Variasi Jenis Bakteri Asam Laktat. J. Kim. Terap. Indones.18 (1):63-71.
Jin, JZ, YW Ho, N Abdullah, MA Ali, dan S Jalaludin. 1998. Effect of adherent Lactobacillus cultures on growth, weight of organs and intestinal microflora and volatile fatty acids in broiler. Anim. Feed Sci.Tech. 70(3): 197-209.
Sohail, MU, ZU Rahman, A Ijaz, MS Yousef, K Ashraf, T Yaqub, H Zenab, H Anwar, dan H Rehman. 2011. Single or combined effects of mannan-oligosaccharides and probiotics supplements on the total oxidants, total anti-oxidants, enzymatic anti-oxidants, liver enzymes and serum trace minerals in cyclic heat stressed broilers. Poult. Sci. 90: 2573-2577.
Ketaren, PP. 2002. Nutrient requirement of egg laying and meat ducks. Wartazoa. 12 (2): 37-46.
Rahimi, S, JL. Grimes, O Fletcher, E Oviedo, dan BW Sheldon. 2009. Effect of a direct-fed microbial (Primalac) on structure and ultrastructure of small intestine in turkey poults. Poult. Sci. 88: 491-503.
Amat, C, JM Planas, dan M Moreto. 1996. Kinetics of hexose uptake by the small and large intestine of the chicken. Am. Jou. Physiol. Res. 271: 1085-1089.
Ismoyowati, D dan Purwantini. 2013. Egg production and quality of local ducks at duck center areas. Journal of Rural Development.13 (1): 15-24.
Mikulski, D, J Jankowski, J Naczmanski, M Mikulska, dan V Demey. 2012. Effects of dietary probiotic (Pediococcus acidilactici) supplementation on performance, nutrient digestibility, egg traits, egg yolk cholesterol, and fatty acid profile in laying hens. Poult Sci. 91(10):2691-700.
Haryati, T, 2011. Probiotic and Prebiotic as Non-ruminant Feed Additive. Wartazoa. 21(3).
Ramsay, SL dan D C Houston. 1998 . The effect of dietary amino acid composition on egg production in blue tits. Proc Biol Sci.: 1401–1405.
Published
2023-07-23
How to Cite
Suswoyo, I., & Tugiyanti, E. (2023). PENGARUH PROBIOTIK LACSACPRO TERHADAP PRODUKSI DAN BOBOT TELUR ITIK YANG DIPELIAHARA SECARA TERKURUNG. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 10, 342-347. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/2278
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)