PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BERAS RAGI MERAH (MONASCUS PURPUREUS) TERHADAP KUALITAS DAN TOTAL BAKTERI KORNET DAGING SAPI

Main Article Content

Euis Nia Setiawati
Vony Armelia

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ekstrak angkak (Monascus purpureus) sebagai pewarna alami terhadap kualitas sensori dan karakteristik mikrobiologis kornet daging sapi. Empat formulasi disiapkan dengan konsentrasi ekstrak 0% (P0), 10% (P1), 20% (P2), dan 30% (P3). Parameter yang dievaluasi meliputi atribut sensori (warna, rasa, aroma, dan tekstur), pengukuran warna instrumental (CIE L*, a*, b*), serta total jumlah bakteri selama penyimpanan dingin pada suhu 4–8 °C hingga 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak angkak berpengaruh nyata terhadap kualitas sensori kornet daging sapi. Kornet dengan penambahan 20% dan 30% ekstrak angkak menghasilkan warna merah yang lebih intens, sedangkan penambahan 10% memberikan tingkat penerimaan tertinggi terutama pada atribut rasa. Analisis warna instrumental mengonfirmasi adanya peningkatan nilai L*, a*, dan b* seiring dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Evaluasi mikrobiologis menunjukkan bahwa ekstrak angkak mampu menurunkan nilai pH dan menghambat pertumbuhan bakteri. Efek antimikroba terbaik diperoleh pada konsentrasi 20%, yang secara efektif memperpanjang masa simpan produk hingga 28 hari pada penyimpanan dingin. Ekstrak angkak dapat diaplikasikan sebagai pewarna alami sekaligus meningkatkan stabilitas mikrobiologis. Konsentrasi 10% paling sesuai untuk penerimaan rasa, sedangkan konsentrasi 20–30% lebih unggul dalam meningkatkan intensitas warna merah dan daya simpan produk.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BERAS RAGI MERAH (MONASCUS PURPUREUS) TERHADAP KUALITAS DAN TOTAL BAKTERI KORNET DAGING SAPI. (2026). Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 12, 340-349. https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1320

References

Arsidin A. 2012. Pengaruh Pemberian Angkak Sebagai Pewarna Alami Terhadap Produksi Kornet Daging Ayam. Artikel. Fakultas Peternakan, Universitas Jambi.

Astawan, M., 2006. Teknologi Pengolahan Pangan Hewani Tepat Guna. Penerbit C.V Akademika Prestindo. Jakarta.

Atma, Y. 2015. Studi penggunaan angkak sebagai pewarna alami dalam pengolahan sosis daging sapi. Jurnal Teknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 7 (2): 77-78.

De Garmo, E.P., W.G. Sulvian, and J.R. Canada. 2000. Engineering Economy. Seventh Edition. Macmillan Publishing Company. New York.

Elisabeth, H.L. and S.M. Lonergan. 2005. Mechanisms Of Water Holding Capacity Of Meat: The Role Of Postmortem Biochemical And Structur Changes.http;//www.Meatcience.org/pub s/rmcarchv/2005/MESC/MESC%203559 .pdf.

Fardiaz dan Zakaria. 2006. Toksisitas dan Imunogenitas Pigmen Angkak Yang Diproduksi Dari Kapang Monascus Purpureus Pada Substrat Limbah Cair Tapioka. Buletin Teknologi dan Industri Pangan 1 (12): 34-38

Gaspersz, V. 2005. Tekhnik Analisi Dalam Penelitian Percobaan. Edisi ke-3. Bandung : Tarsito

Griffin H.V and W.L Lewis.2013. The Chemistry Of Curring Meat.Journal of Animal Sciens.Page: 439-448

Huzaibah E., A. Asrawaty, dan M. Gobel. 2018. Kualitas kimia dan organoleptik burger ikan tuna yang disubtitusi dengan tepung buah mengkudu (Morinda Citrifolia). Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1): 1-

Indrawati, T., D. Tisnadjaja, dan Ismawatie. 2010. Pengaruh suhu dan cahaya terhdapa stabilitas angkak hasil fermentasi monascus purpureus 3090 pada beras, Jurnal Farmasi Indonesia, 5(2): 85-92.

Ismanto A., D.P. Lestyanto, M.I. Haris dan Y. Erwanto. 2020. Komposisi kimia, karakteristik fisik, dan organopeltik sosis ayam dengan penambahan karagenan dan enzim transglutaminase. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan, 18(1): 73-80.

Jiang R,. And D.C. Palik,. 2007. Cured Meat Consumption Lung Function, and Chronic Obstructive Pulmonary Disease among United States. American Journal of Resiparotory and Crticial Care Medicine. Vol 175 Hal 798-804.

Kasim, 2006. Kandungan Pigmen Dan Lovastatin Pada Angkak Beras Merah Kultivar Bah Butong Dan BP 1804 IF 9 Yang Difermentasi Dengan Monascus Purpureus Jmba. Biodiversitas, 7 (1) :l 7-9. Bogor: Puslit Biologi, LIPI. Lawrie, R.A. 2003. Ilmu Daging. D

Kyu-Lee, 2001. Production Of Red Pigments By Monascus Purpureus In Submerged Culture. Biotechnology and bioprocess Engineering 6: 341-346.

Lasmi K.U., R. Riyanti, dan Santosa. 2016 Status mikrobiologis daging broiler di Pasar Tradisional Kabupaten Pringsewu. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Universitas Lampung 3(1), 63-66.

Lawrie R.A., 2006. Ilmu Daging. Edisi Kelima, Terjemahan Aminuddin Parakkasi. U.I. Press, Jakarta.

Lukman, H. dan A. Afriani. 2012. Alternatif angkak sebagai bahan tambahan pangan alami terhadap karakteristik sosis daging ayam. Laporan Penelitian I-MHERE Universitas Jambi.

Ramadhan A.F., L.E. Radiati, I. Thohari. 2013. Tingkat penggunaan ekstrak angkak (Monascus purpureus)sebagai curing alternatif dengan metode curing basah terhadap kualitas kornet daging sapi. Jurnal Universitas Brawijaya, 1-7.

Rendle R.C. dan G. Keeley. 2010. Chemestry In The Meat Industry.With Editing by Heather Wansbroug.V-Animal Products-A- Meat, New York.

Ronald, J.W., Lambert and Bidlas,E., 2007. Gamma study of pH, Monascus purpureus of aeromonas hydrophilia. Quality and Safety Departement, Nestle Research Center, Ver-Chez-Les-Blanc, 100 lausanne 26. Switzerland.

Sahoo, J., and A.S.R. Anjaneyulu. (2005). Effect of Natural Antioxidants and Vacum Packaging on Quality of Buffalo Meat corned During Refrigerated Storage. Meat Sci., 47(3/4): 223-230.

Soeparno. 2005. Ilmu Dan Taknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Stocking, E.M. dan R.M. Williams. 2003. Chemistry and Biology of biosynthetic Diels Aldier reactions. Angewandte Chemistry International 42: 3078-3115

Tarwendah I. P. 2017. Jurnal Review; Studi komparasi atribut sensoris dan kesadaran merek produk pangan. Jurnal Pangan dan Argoindustri, 5(2).

Teng S.S. dan W. Feldheim. 2005. Anka and anka pigment production. Journal of Industrial Microbiology and biotechnology, 26 : 280-282

Thohari, I., Mustakim, M. C. Padaga, dan P. P. Rahayu. 2017. Teknologi Hasil Ternak. UB Press. Malang. pp 19-20.

Timotius Kh. 2004. Production of Angkak Pigments by Monascus. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 15(1): 79-85

Wahyuni, D., Setiyono dan Supadmo. 2012. Pengaruh penambahan angkak dan kombinasi filler tepung terigu dan tepung ketela rambat terhadap kualitas sosis sapi. Buletin Peternakan 36 (3): 183.

Zanardi, E., Dazzi, G., Madarena, G., and Chizzoloni. R 2002. Comparative Study on Ekstrak Angkak Determination. Ann. Fac. Modic. Vot. In Parma.