INDEKS REPRODUKSI INDUK SAPI PERANAKAN ONGOLE PADA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA DI KEBUMEN

Main Article Content

Nia Handayani
Mas Yedi Sumaryadi
Agustinah Setyaningrum

Abstract

Sapi Peranakan Ongole (PO) merupakan sapi lokal yang sangat disukai masyarakat. Sapi PO memiliki fertilitas tinggi dan adaptif terhadap lingkungan, namun produktivitasnya belum optimal akibat manajemen tradisional. Kabupaten Kebumen berpotensi mengembangkan sapi PO dengan agroekosistemnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan Agroekosistem pada pegunungan dan pesisir terhadap indeks reproduksi induk sapi PO hubungannya dengan litter size dan jarak beranak di Kabupaten Penelitian. Penelitian dilaksanakan secara survei (purposive sampling) di Kecamatan Sempor dan Karanggayam untuk wilayah pegunungan serta Kecamatan Klirong dan Puring untuk wilayah pesisir. Materi penelitian adalah induk sapi PO sejumlah 239 ekor. Penentuan sampel penelitian ini menggunakan rumus Nomograf Harry King. Data hasil penelitian selanjutnya dianalisis dengan uji t-student tidak berpasangan (unequal) dan analisis regresi. Hasil analisis statistik menyatakan Indeks Reproduksi di Agroekosistem pegunungan sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi daripada Pesisir masing-masing sebesar 4,81 ± 0,37 dan 2,51 ± 0,36. Hasil analisis regresi Indeks Reproduksi (Y) dengan littersize (X1) dan jarak beranak (X2) pada agroekosistem pegunungan mengikuti persamaan garis regresi ​Y=0,00481 – 5,66×10−6X2​ dengan R2=0,98. Sedangkan Pesisir Y=0,00263 + 0,00232X1 – 5,99×10−6X2 dengan R2=0,97. Disimpulkan bahwa sapi PO di Agroekosistem pegunungan memiliki indeks reproduksi lebih baik dibandingkan dengan pesisir, sedangkan Indeks Reproduksi hampir 97 - 98% dipengaruhi littersize dan jarak beranak.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

INDEKS REPRODUKSI INDUK SAPI PERANAKAN ONGOLE PADA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA DI KEBUMEN. (2026). Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 12, 223-227. https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1305

References

Achadri. Y., C.J.B. Sendow., dan S. Ratnawati. 2019. Manajemen pemeliharaan untuk Menurunkan Tingkat mortalitas Pedet Sapi Bali. Prosiding Semionar Nasional Tekonologi Peternakan dan Veteriner : 269-276.

Ananda H.M, Wurlina, Nove H, Mas’ud H, Abdul S, Tjuk I.R. 2019. Hubungan Antara Umur dengan Calving Interval, Days Open, dan Service Per Conseption Sapi Friesian Holstein (FH). 5 (2).

Anggara, E. B., M. Nasich, H. Nugroho, dan Kuswati. 2014. Produktivitas induk Kambing Kacang di Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro. Univerisitas Brawijaya, Malang. Hal: 1-9.

Asdar., S. Firmiaty., dan M. Idrus. 2024. Indeks Fertilitas Reproduksi sapi Bali Betina di Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Jurnal Agrisistem 20 (2) : 47-51.

Baco, S. 2011. Konservasi Sapi Bali sebagai Plasma Nutfah Ternak Indonesia. Buletin Peternakan. 40: 12-21.

Erni, N., & Rafian, T. 2023. Analisis korelasi genetik antara bobot induk dan bobot anak sapi Peranakan Ongole dan Simmental Peranakan Ongole. Agriovet, 5 (2): 41–47.

Ispierto I. G. 2021. Therapeutics of Twin Pregnancies in Dairy Cattle. Animals : An Open Access Journal From MDPI, 11(6), 1564.

Land, R. B., & Robinson, D. W. (Eds.). (1985). Genetics of reproduction in sheep. Butterworths.

Monintja, M. Y., F.S. Oley., B.F. Sondakh., dan F.N.S. Oroh. 2015. Analisis Keuntungan Peternak Sapi Peranakan Ongole (PO) yang Menggunakan Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Tompaso Barat. Jurnal Zootek 35 (2) : 201-209.

Panjono,., Priyanti, A., Aryogi, A., Wibowo, A., Putra, A. R. S., Atmoko, B. A., Maulana, H., & Prabowo, B. W. 2022. Kinerja induk sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 7(1), 66–71.

Rahayu, I., D. 2014. Identifikasi Penyakit pada Pedet Perah Pra-Sapih di peternakan Rakyat dan Perusahaan Peternakan. Jurnal Gamma 9 (2) : 40-49.

Ratulangi, M. A., Ngangi, L. R., & Poli, Z. 2021. Kinerja reproduksi sapi betina Peranakan Ongole sebagai akseptor Inseminasi Buatan di Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara. Zootec, 41(2): 444–450.

Rustandi, Y., Ismuladi, dan M. Silfiani. 2021. Evaluasi formulasi dan pembuatan complete feed bahan pakan lokal daun kopi di peternak sapi potong Pasuruhan Jawa Timur. Agromix. 12:62- 67.

Samad, M.A. 2022. The Impact and Consequences of The Occurrence of Multiple Births in Cattle And Goats. Journal Of Veterinary Medical and One Health Research. 4 (1).

Siwa, I.P, J. Labetubun, D.F. Souhoka dan A.I. Kewilaa. 2024. Potensi Reproduksi Induk Ternak Sapi Bali Pada Sistem Peternakan Rakyat Di Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat. 6 (1): 15-21.