ANALISIS JARAK BERANAK SAPI PERANAKAN ONGOLE BERDASARKAN PERBEDAAN AGROEKOSISTEM DI KABUPATEN KEBUMEN

Main Article Content

Ludina Gusta Ayunani
Mas Yedi Sumaryadi
Dadang Mulyadi Saleh

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak beranak pada sapi peranakan ongole berdasarkan perbedaan agroekosistem di Kabupaten Kebumen. Sasaran dalam penelitian ini dilakukan di 4 kecamatan, dengan sebaran 2 kecamatan di kawasan pesisir dan 2 kecamatan di kawasan pegunungan. Jumlah sampel responden dalam penelitian ini adalah 239 peternak yang berdasarkan Nomogram Harry King. Penentuan responden dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan jumlah peternak sapi yang tergabung dalam kelompok di kawasan pesisir dan pegunungan dengan kriteria kelompok ternak terbanyak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t student, dan anlisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh tiap variable. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa rataan jarak beranak pada agroekosistem pegunungan nyata (P < 0.05) lebih tinggi dibandingkan di wilayah pesisir masing-masing sebesar 435±101,97 hari dan 407,05 ± 52,15 hari. Hasil analisis regresi jarak beranak pada agroekosistem pegunungan mengikuti persamaan garis regresi Y= −80,2267+28,8354(S/C)+1,1592(LB)+1,0420(PPM) dengan R2 = 0.9897 sedangkan di pesisir mengikuti persamaan garis regresi Y = −6.7903+24.4029(S/C)+0.9344(LB)+1.0204(PPM) dengan R2 = 0.9223. Disimpulkan bahwa jarak beranak di agroekosistem pegunungan lebih panjang dibandingkan di wilayah pesisir. Adapun jarak beranak 92-98% dipengaruhi faktor Service per Conception (S/C), Lama Bunting (LB), dan Post Partum Mating (PPM). Semakin tinggi ketiga variable tersebut maka jarak beranak semakin panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS JARAK BERANAK SAPI PERANAKAN ONGOLE BERDASARKAN PERBEDAAN AGROEKOSISTEM DI KABUPATEN KEBUMEN. (2026). Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 12, 210-216. https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1302

References

Affandhy, L., P. Situmorang, P. W. Prihandini, D. B. Wijono, dan A. Rasyid. 2003. Performans Reproduksi dan Pengelolaan Sapi Potong Induk pada Kondisi Peternakan Rakyat. Prosiding Seminar Inovasi teknologi Peternakan dan Veteriner. Puslitbang Peternakan. Bogor

Baco, S. 2011. Konservasi Sapi Bali sebagai Plasma Nutfah Ternak Indonesia. Buletin Peternakan. 40: 12-21.

Baliarti, E., Atmoko BA., Ariyanti F., Ngadiyono N., Budisatria IGS., Panjono., Widi TSM., Yulianto MDE dan Bintara S. 2015. Age and body weight at puberty and service perconception of Ongole Crossbred heifer on smallholder farming system. Prosiding The 6th International Seminar on tropical Animal Production 2015 : 365-369.

Ball, P. J. H dan A. R. Peters. 2004. Reproduction in Cattle Third Edition. Blackwell Publishing. Australia

Hadi, U dan N. Ilham. 2002. Problem dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Potong di Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor

Hardjosubroto, W. 1994. Aplikasi Pemuliabiakan Ternak di Lapangan. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.

Ihsan, M. N. Dan S. Wahjuningsih. 2011. Penampilan reproduksi sapi potong di Kabupaten Bojonegoro. Ternak Tropikal, Bojonegoro. 12(2): 76-80. doi:https://ternaktropika.ub.ac.id/index.php/tropika/article/view/115

Jainudeen, H.R dan E.S.E Hafez. 1985. Gestation Prenatal and Parturition. Philadelphia : Lea & Febiger

Ngadiyono N., Budisatria IGS., Baliarti E., Panjono., Widi TSM., Yulianto MDE dan Atmoko BA. 2019. Inisiasi pengembangan dan pendampingan peternakan sapi secara terpadu di kelompok ternak sapi kandang Kalimasodo. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. 3(2): 211-222

Panjono, Priyanti, A., Aryogi, Wibowo, A., Putra, A. R. S., Bayu Andri Atmoko, B. A., Maulana, H., Prabowo, B. W. 2002. Kinerja Induk Sapi Peranakan Ongole di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 7(1), 66-71

Siwa, I.P, J. Labetubun, D.F. Souhoka dan A.I. Kewilaa. 2024. Potensi Reproduksi Induk Ternak Sapi Bali pada Sistem Peternakan Rakyat di Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat. Vol. 6 (1): 15-21.

Sudono, A., Rosdiana, R.F., dan Setiawan, B.S. 2003. Beternak Sapi Perah Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta