PENGGUNAAN AKTIVATOR BERBASIS LIMBAH PETERNAKAN DAN EKSTRAK RAYAP TERHADAP PRODUK KOMPOS

Main Article Content

Marshanda Apriestanti
Agustinah Setyaningrum
Sri Rahayu

Abstract

Limbah peternakan berupa feses sapi potong berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat. Solusi pengelolaannya adalah melalui pengomposan menggunakan aktivator berbasis limbah peternakan (cairan rumen dan urin) serta ekstrak rayap yang kaya bakteri selulolitik. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan aktivator berbasis limbah peternakan dan ekstrak rayap terhadap kadar air serta persentase rendemen kompos asal feses sapi potong berdasarkan berat segar dan bahan kering. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan tiga perlakuan, yaitu P1 (tanpa aktivator), P2 (aktivator 0,3%), dan P3 (aktivator 0,6%). Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (P>0,05) pada kadar air (64,28±2,09%; 63,42±2,80%; dan 61,66±3,06%), rendemen berdasarkan berat segar (76,93±9,01%; 77,43±4,94%; dan 77,49±3,85%), dan rendemen berdasarkan berat kering (80,38±13,39%; 87,99±8,75%; dan 90,53±6,17%). Meskipun demikian, penggunaan aktivator tetap berperan dalam meningkatkan aktivitas mikroba selama proses dekomposisi. Disimpulkan bahwa penambahan aktivator hingga dosis 0,6% belum mampu memenuhi standar mutu kompos berdasarkan kadar air dan rendemen yang ditetapkan oleh SNI.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

PENGGUNAAN AKTIVATOR BERBASIS LIMBAH PETERNAKAN DAN EKSTRAK RAYAP TERHADAP PRODUK KOMPOS. (2026). Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 12, 180-185. https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1298

References

Atkana, Y, RHS Siburian, dan A Noya. 2019. Analisis Kompos Sampah Organik dan Aplikasinya terhadap Anakan Gaharu. Enviroscienteae. 15(2):263–270.

Atman, A. 2020. Peran Pupuk Kandang dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Produktivitas Tanaman. Jurnal Sains Agro. 5(1).

Bain, A, W Kurniawan, H Has, L Malesi, S Syamsuddin, R Aka, dan DM Daoed. 2021. Optimalisasi Usaha Peternakan Kambing melalui Teknologi Pengolahan Limbah Peternakan untuk Meningkatkan Pendapatan Peternak Kambing di Kota Kendari. Jurnal Media Kontak Tani Ternak. 3(1):21–26.

Ekawandani, N, dan AA Kusuma. 2018. Pengomposan Sampah Organik (Kubis dan Kulit Pisang) dengan Menggunakan EM4. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 12(1):38–43.

Fitriyanto, R, FM Suhartati, dan S Rahayu. 2021. Pengaruh Penggunaan Silase Rumput Gajah Yang Diberi Singkong Terhadap Konsentrasi Vfa Dan N-NH3 Cairan Rumen Sapi Secara In Vitro The Effect Of Elephant Grass Silage With Cassava On The Concentration Of VFA And N-NH3 In Vitro Of Rumen Fluids. ANGON: Journal of Animal Science and Technology. 3(3):272–279.

Gustiar, F, I Wibisono, dan Munandar. 2020. Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Penambahan Kotoran Sapi dan Berbagai Bioaktivator. 5(2):14–24.

Hapsari, U. 2018. Pengaruh Aerasi dan Kadar Air Awal terhadap Kinerja Pengomposan Kotoran Sapi Sistem Windrow. Agrinova: Agrotechnology Innovation. 1(1):8–14.

Hidayati, N, DK Agustina, dan M Umar. 2021. Kualitas Kimia dan Jumlah Bakteri pada Pupuk Kompos dengan Pemberian Isi Rumen Sapi. Jurnal Ilmu Peternakan. 6(1):25–30.

Hilakore, MA, M Nenobais, dan TOD Dato. 2021. Penggunaan Khamir Saccharomyces Cereviseae Untuk Memperbaiki Kualitas Nutrien Dedak Padi. Jurnal Nukleus Peternakan. 8(1):40–45.

Lestari, NH, Muniarti, dan Armaini. 2017. Pengaruh Kompos Isi Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. 4(1):1–11.

Mulia, FIM, Z Abidin, dan A Sakufa Marsanti. 2023. Tingkat Efektivitas Kompos Kotoran Sapi Desa Jogorogo. Jurnal Delima Harapan. 10(1):15–21.

Muliani, S, D Okalia, dan Seprido. 2022. Uji Karakteristik Fisik (pH, Suhu, Tekstur, Warna, Bau, dan Berat) Kompos Tumbuhan Pakis Resam (Gleichenia linearis) yang Diperkaya Kotoran Sapi. Jurnal Green Swarnadwipa. 11(3):511–522.

Nawansih, O, D Faturrohman, H Al Rasyid, dan T Pratondo. 2022. Kajian Pengomposan Sludge Digester Biogas Dengan Campuran Kulit Kopi dan Analisis Finansial (Studi Kasus Biogas Square, Desa Kediri, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung). Jurnal Agroindustri Berkelanjutan. 1(1):107–120.

Pantura, A Setyaningrum, dan P Yuwono. 2021. Kinetika Kadar Air dan Persentase Rendemen Kompos Berbahan Baku Feses Sapi Potong yang Diperkaya Azolla Sp. ANGON: Journal of Animal Science and Technology. 3(1):74–80.

Prawiratama, DR, IW Widia, dan IN Sucipta. 2020. Pengaruh Komposisi Kotoran Sapi dan Pelepah Rebung Bambu Tabah serta Konsentrasi Aktivator terhadap Kualitas Kompos yang Dihasilkan. BETA: Biosistem Dan Teknik Pertanian. 8(1):25–34.

Ratna, DAP, G Samudro, dan S Sumiyati. 2017. Pengaruh Kadar Air Terhadap Proses Pengomposan Sampah Organik dengan Metode Takakura. Jurnal Teknik Mesin. 6:124–128.

Setyaningrum, A, N Amrullah, and P Yuwono. 2019. Physiological Conditions of Decomposition Process and Quality of Compost Based on Beef Cattle Feces Enriched with Azolla sp. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 372(1).

Sofa, N, GM Hatta, dan YF Arifin. 2022. Analisis Kompos Berbahan Dasar Sampah Organik di Lingkungan Kampus dengan Aktivator EM4, Kotoran Sapi, dan Kotoran Unggas dalam Upaya Mendukung Gerakan Kampus Hijau. Jurnal Hutan Tropis. 10(1):70–80.

Utomo, PB, dan J Nurdiana. 2018. Evaluasi Pembuatan Kompos Organik dengan Menggunakan Metode Hot Composting. Jurnal Teknologi Lingkungan. 2(1):28–32.

Widarti, BN, WK Wardhini, dan E Sarwono. 2015. Pengaruh Rasio C/N Bahan Baku Pada Pembuatan Kompos Dari Kubis dan Kulit Pisang. Jurnal Integrasi Proses. 5(2):75–80.

Wiryameja, JHP, A Setyaningrum, dan I Haryoko. 2024. Aplikasi Hasil Penelitian Kompos Berbahan Baku Feses Kambing di Kelompok Peternak Muda Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Pengabdian Masyarakat. 2(2):201–208.