EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI SERBUK SARI KELAPA SAWIT DENGAN BEBERAPA METODE PENGERINGAN

Main Article Content

Nandhita Pratamayudha Indriarto
Osfar Sjofjan
Heli Tistiana

Abstract

Kelapa sawit (Elaris guineensis Jacq.) adalah komoditas yang sangat penting dalam perkebunan sebagai penghasil minyak bumi dunia. Kelapa sawit memiliki efisiensi produksi yang tinggi dengan rata-rata 4,27 ton per hektar per tahun. Kelapa sawit memiliki sifat monoecious dengan perbungaan jantan mampu menghasilkan serbuk sari sebanyak 25-50 gram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terbaik antara serbuk sari yang dikeringkan dengan sinar matahari, pengeringan beku, dan yang dikeringkan dengan oven terhadap kandungan nutrisi sebagai aditif pakan ayam pedaging. Metode yang digunakan percobaan labolatorium dengan tiga perlakuan P0: pengeringan di bawah sinar matahari, P1: pengeringan beku, P2: pengeringan oven pada suhu 60°C selama 4 jam (P2). Eksperimen ini menggunakan desain acak 3 perlakuan dan 7 ulangan. Penelitian ini dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan memberikan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein, lemak, air, abu, dan karbohidrat sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pengeringan berpengaruh terhadap kandungan nutrisi serbuk sari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pengeringan dengan oven pada suhu 60oC selama 4 jam menghasilkan kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi sehingga bermanfaat sebagai aditif pakan ayam pedaging. Sedangkan, metode pengeringan sinar matahari menghasilkan hasil yang rendah pada kadar air sehingga mencegah serbuk sari mudah rusak, serta memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

EVALUASI KANDUNGAN NUTRISI SERBUK SARI KELAPA SAWIT DENGAN BEBERAPA METODE PENGERINGAN. (2026). Prosiding Seminar Teknologi Dan Agribisnis Peternakan (STAP), 12, 113-118. https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1290

References

Aisah, N Harini dan Damat. 2021. Pengaruh Waktu dan Suhu Pengeringan Menggunakan Pengering Kabinet dalam Pembuatan MOCAF (Modified Cassava Flour) dengan Fermentasi Ragi Tape. Food Technology and Halal Science Journal. 4 (2): 172-191.

Arofah, NH dan FN Minah. 2025. Optimasi Proses Pembuatan Minuman Serbuk Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Instan Dengan Variasi Metode Pengeringan dan Umur Bunga Rosella. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan (JSTP). 10 (1): 8152-8165.

Anjos, O, V Paula, T Delgado and L Estevinho. 2019. Influence of The Storage Conditions on The Quality of Bee Pollen. Zemdirbyste-Agriculture. 106 (1): 87-94.

Barajas, J, M Cortez-Rodriguez and E Rodriguez-Sandoval. 2012. Effect of Temperature on The Drying Process of Bee Pollen From Two Zones Of Colombia. Journal of Food Process Engineering. 35: 134-138.

Huriawati, F, WL Yuhanna dan T Mayasari. 2016. Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kualitas Serbuk Seresah Enhalus acoroides Dari Pantai Tawang Pacitan. Bioeksperimen. 2 (1): 35-43.

Irawan, F. 2019. Pengaruh Umur Panen Terhadap Karakteristik Kimia Tepung Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Journal of Agritech Science. 3 (2): 104-117.

Isik, A, M Ozdemir and I Doymaz. 2019. Infrared Drying of Bee Pollen: Effects and Impact on Food Components. Czech Journal of Food Science. 31: 69-74.

Jaya, F. 2016. Produk Lebah Madu dan Olahannya. UB Press. Malang.

Li, QQ, K Wang, MC Marcucci, A Christine, HF Sawaya, L Hu, XF Xue, LM Wu and FL Hu. 2018. Nutrient-rich Bee Pollen: A Treasure Trove of Active Natural Metabolites. Journal of Functional Foods. 49: 472-484.

Manurung, H dan E Wiraguna. 2025. Analisis Efisiensi Metode Panen Manual dan Mekanisasi pada Produksi Kelapa Sawit. Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis. 2 (2): 01-11.

Masduqi, AF, M Izzati dan E Prihastanti. 2014. Efek Metode Pengeringan Terhadap Kandungan Bahan Kimia Dalam rumput Laut. Buletin Anatomi dan Fisiologi. 22 (1): 1-9.

Minarti, S, M Junus, LE Radiati, F Jaya, S Fa’izah, F Landa, I Handayani, DM Warasi and MA Fitriyono. 2022. Drying Methods Effect on Chemical Content of Pollen, Study of Oil Palm Pollen as Honeybee Feed. Advances in Biological Sciences Research. 20: 502-505.

Morgano, MA, RF Milani, MCT Martins and DB Rodriguez-Amaya. 2011. Determination of Water Content in Brazilian Honeybee-Collected Pollen by Karl Fischer Titration. Food Control. 22 (10): 1604-1608.

Pascoal, A, S Rodrigues, A Teixeira, X Feas and LM Estevinho. 2013. Biological Activities of Commercial Bee Pollen: Antimicrobial, Antimutagenic, Antioxidant and Anti-inflammatory. Food and Chemical Toxicology. 63: 233-239.

Safrina, D, PB Herera dan E Supriyanto. 2021. Model Kinetika Pengeringan, Kadar Sari dan Kadar Abu Simplisia TIMI (Thymus vulgaris L.) dengan Beberapa Metode Pengeringan Manual dan Oven. Agrointek. 15 (1): 186-195.

Silva, AMS, RPPDS Filho, PRC Forte, AJN Leao, JB da Silva and EVC da Silva. 2025. Study of The Drying Process of Bee Pollen Melipona Fasciculata. RGSA. 19 (2): 1-12.

Sundari, D, Almasyhuri dan A Lamid. 2015. Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes. 25 (4): 235-242.

Wahyuni, F dan O Sjofjan. 2018. Pengaruh Pengukusan Terhadap Kandungan Nutrisi Biji Asam Jawa (Tamarindus indica L) Sebagai Bahan Pakan Unggas. Jurnal Ternak Tropika. 19 (2): 139-148.

Wahyuni, R, Guswandi dan H Rivai. 2014. Pengaruh Cara Pengeringan Dengan Oven, Kering Angin dan Cahaya Matahari Langsung Terhadap Mutu Simplisia Herba Sambiloto. Jurnal Farmasi Higea. 6 (2): 126-133.