KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMOFER JERAMI PADI MENGGUNAKAN STARTER MOL BERBASIS LIMBAH

  • Usman Usman Program Studi Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Restuti Fitria Program Studi Peternakan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto
  • Novita Hindratiningrum Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Peternakan, Universitas Nahdlatul Ulama, Purwokerto, Indonesia
Keywords: BK, BO, jerami padi, fermentasi

Abstract

Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang mempunyai potensi yang cukup besar sebagai bahan pakan terutama ternak ruminansia. Jerami padi sangat potensial sebagai bahan pakan karena produksinya dapat mencapai 12-15 ton/panen atau 4-5 ton bahan kering. Kendala pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak antara lain adalah kandungan lignin sebesar 7% dan silikat sebesar 13% sehingga kecernaannya rendah. Hal ini menyebabkan dibutuhkan teknologi pakan untuk meningkatkan kualitasnya, salah satunya adalah amoniasi fermentasi (amofer). Fermentasi sebagai bagian dari amofer membutuhkan starter bakteri yang dapat diperoleh dari lingkungan sekitar (MOL) berbasis limbah, diantaranya ampas tahu dan sampah sayur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan organik pada amofer jerami padi dengan penambahan starter MOL berbasis limbah. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, bila terjadi perbedaan perlakuan maka dilakukan uji lanjut yaitu analisis DMRT. Perlakuan penelitian ini yaitu R0 : Jerami padi tanpa amofer ( Kontrol ), R1 : Jerami Padi diamofer menggunakan Molba NF 2 (ampas tahu), R2 : Jerami padi diamofer menggunakan Molba NF 4 (sampah sayur), R3 : Jerami Padi diamofer menggunakan EM4. Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering dan bahan organik yang diukur menggunakan metode Analisis proximat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik dengan  rata-rata tertinggi pada perlakuan R2.  Kesimpulan penelitian ini adalah MOL berbahan dasar sampah sayur menunjukkan hasil terbaik untuk digunakan sebagai starter amofer jerami padi.

References

Anonim, 2007. Materi Pembelajaran Ekologi Tanah dan System of Rice Intensification (SRI). Departemen Pertanian. JakartaAssociation of Official Analytical Chemist (AOAC) (2005
Desnita. D., Y. Widodo dan S. Tantalo YS. 2015. Pengaruh penambahan tepung gaplek dengan level yang berbeda terhadap kadar bahan kering dan kadar bahan organik silase limbah sayuran. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu Vol. 3(3): 140-144
Hanum, Z dan Usman Y. 2011. Analisis Proksimat amoniasi jerami padi dengan penambahan isi rumen. Agripet Vol. 11. No. 1. Hal. 39-44.
Haryanto, B., I. Inounu, I.G.M. Budiarsana, dan K. Dwiyanto. 2003. Panduan teknis integrasi padi-ternak (SIPT). Departemen Pertanian
Kasmiran, A. 2011. Pengaruh Lama Fermentasi Jerami Padi dengan Mikroorganisme Lokal Terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Abu. Lentera. 11 (1) : 48-52.
Prastyawan, R. M., B. I. M. Tampoebolon dan Surono. 2012. Peningkatan Kualitas Tongkol Jagung melalui Teknologi Amoniasi Fermentasi (Amofer) terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Serta Protein Total Secara In Vitro. Animal Agriculture Journal, Vol. 1 (1) : 611 – 621.
Purwasasmita, M. 2009. Mikroorganisme Lokal sebagai Pemicu Siklus Kehidupan Dalam Bioreaktor Tanaman. Seminar Nasional teknik Kimia. Bandung. 19- 20 Oktober 2009.
Royaeni., Pujiono., dan D. T. Pudjowati. 2014. Pengaruh Penggunaan Bioaktivator MOL Nasi dan MOL Tapai Terhadap Lama Waktu Pengomposan Sampah Organik Pada Tingkat Rumah Tangga. Jurnal VISIKES. Vol. 13 (1) : 1 – 9.
Salma, S. dan Purnomo, J. 2015. Pembuatan MOL dari bahan baku lokal. Agro Inovasi. Bogor.
Suari, P. P. V., I. W. B. Suyasa., S. Wahjuni. 2019. Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang Dalam Proses Fermentasi Limbah Makanan Menjadi Pakan Ternak. Cakra Kimia ( Indonesian E-Journal of Applied Chemistry). 7(2). Sulardjo (2013)
Suningsih, N., W. Ibrahim, O. Liandris, dan R. Yulianti. 2019. Kualitas Fisik Dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi Pada Berbagai Penambahan Starter. Jurnal Sain Peternakan Indonesia 14(2):191-200.
Utama, C. S., S. Sugiharto, dan R. A. Putri. 2020. Kualitas mikrobiologi limbah kunis fermentasi dengan penambahan vitamin dan mineral. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. 8(3):120-125.
Yanuartono, H. Purmaningsih, S. Indarjulianto dan A. Nurrurrozi. 2017. Potensi jerami sebagai pakan ternak ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27 (1): 40-62
Van Soest. P. 2006. Rice Straw, The Role Of Silica And Treatmenss To Improve Quality. Animal feed Science And Technology, 130 (1-4):137-171.
Zakariah, M. A. 2012. Fermentasi Asam Laktat Pada Silase. Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Published
2023-07-23
How to Cite
Usman, U., Fitria, R., & Hindratiningrum, N. (2023). KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMOFER JERAMI PADI MENGGUNAKAN STARTER MOL BERBASIS LIMBAH. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 10, 249-254. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/2261
Section
Articles