RESPON SUPEROVULASI DENGAN HORMON PREGNANT MARE SERUM GONADOTROPIN PADA KERBAU RAWA INDUK

  • Lisa Praharani Balai Penelitian Ternak
  • Riasari Gail Sianturi Balai Penelitian Ternak
  • Diana Andrianita Kusumaningrum Balai Penelitian Ternak
  • Nurul Azizah Balai Penelitian Ternak
Keywords: Superovulasi, PMSG, USG, folikel, kerbau rawa induk

Abstract

Superovulasi berperan penting dalam program transfer embrio. Suatu penelitian awal dilakukan untuk mengetahui respon superovulasi hormonal menggunakan hormone Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) pada ternak kerbau rawa induk. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Ternak. Sebanyak tiga ekor kerbau rawa induk paritas 3-5 dengan kondisi tubuh sedang disinkronisasi berahi dengan hormone prostaglandin (PGF) 5 ml/ekor dilakukan dua kali dengan interval 11 hari. Superovulasi dengan 3000 IU PMSG dilakukan pada hari ke-10 setelah estrus. Prostaglandin diberikan 48 jam setelah penyuntikan PGF sebanyak 5 ml/ekor dengan 2 kali pemberian interval 12 jam. Inseminasi buatan dilakukan pada 72 jam setelah pemberian PGF terakhir menggunakan 2 straw semen beku per inseminasi. Pemberian hCG 2 ml/ekor pada saat IB. Flushing dilakukan pada hari ke-6 setelah IB secara non-operasi. Pengamatan jumlah folikel  (TFL) dan ukuran diameter folikel (DFL) dilakukan menggunakan Ultrasonography (USG). Data dianalisa secara descriptif. Rataan TFL dan DFL 16,6 buah dan 12,0 mm.  Embrio layak (NE) belum dihasilkan. Respon superovulasi pada kerbau rawa menghasilkan jumlah dan ukuran folikel yang besar, namun belum menghasilkan embrio layak transfer.

Published
2021-06-28
How to Cite
Praharani, L., Sianturi, R., Kusumaningrum, D., & Azizah, N. (2021). RESPON SUPEROVULASI DENGAN HORMON PREGNANT MARE SERUM GONADOTROPIN PADA KERBAU RAWA INDUK. PROSIDING SEMINAR TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP) FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN, 8, 64-69. Retrieved from http://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1122
Section
Articles