HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PEMERAHAN DENGAN KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS DAN KERUSAKAN SUSU DI KECAMATAN CILONGOK DAN KECAMATAN PEKUNCEN

Authors

  • Nada Hayfa Lamis Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Author
  • Yusuf Subagyo Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Author
  • Merryafinola Ifani Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Author

Keywords:

Manajemen Pemerahan, Mastitis Subklinis, Kerusakan Susu, Sapi Perah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu pada peternakan sapi perah di Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen, serta membandingkan manajemen pemerahan antar kecamatan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu susu segar sapi perah, kemudian jumlah sampel susu segar yang dibutuhkan berdasarkan rumus slovin, sehingga sampel yang diambil sebanyak 21 peternak di Kecamatan Cilongok, dan 26 peternak di Kecamatan Pekuncen. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data primer berupa hasil uji California Mastitis Test (CMT) untuk mendeteksi mastitis subklinis dan uji alkohol untuk mendeteksi kerusakan susu, serta data sekunder melalui wawancara dengan peternak menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di kedua kecamatan. Semakin baik manajemen pemerahan, maka semakin rendah kejadian mastitis subklinis. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu di kedua kecamatan. Manajemen pemerahan berdasarkan uji T menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu antara Kecamatan Cilongok dan Kecamatan Pekuncen. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen pemerahan yang baik sangat penting untuk menurunkan kejadian mastitis subklinis, meskipun belum berpengaruh langsung terhadap kualitas akhir susu berdasarkan uji alkohol. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi manajemen pemerahan yang lebih baik bagi peternak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afrilia, T. F. W., R. Faradila, A. R. Shofi, dan A. D. Arifianto. 2021. Deteksi Mastitis Subklinis pada Peternakan Sapi Perah di Wilayah Kanigoro, Blitar. VITEK: Bidang Kedokteran Hewan 11(2): 71-73.

Choirun Nisa, H., B. S. Purnomo, T. L. Damayanti, Hariadi, R. Sidik, dan N. Harijani. 2019. Analysis of Factor Affecting Subclinical and Clinical Mastitis in Dairy Cow (Case Study In The Cooperative Agribusiness Dana Mulya Pacet, Mojokerto). Ovozoa (8)1: 66 – 70.

Hamiah, N., N. P. Utami, B. Bastoni, dan D. Yuliananda. 2021. Manajemen Pemerahan Sapi Perah di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Baturraden. Kandang: Jurnal Peternakan 13(2): 29-42.

Hanggara, S. M., dan P. Surjowardojo. 2022. Perbedaan Produksi Susu dan Tingkat Mastitis pada Puting Depan dan Puting Belakang Sapi Perah PFH di KUD Sumbermakmur Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Jurnal Sains Peternakan 10(1): 37-42.

Harjanti, D. W., D. A. Solehah, dan E. T. Setiatin. 2023. Mastitis sebagai Indikator Kesejahteraan Sapi Perah yang Dipelihara secara Zero Grazing di Daerah Tropis. Jurnal Agripet 23(2): 114-120.

Mahardika, H. A. 2022. Pencegahan Mastitis Subklinis pada Sapi Perah dengan Menggunakan Bahan Herbal sebagai Teat Dipping. AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies 3(2): 93-100.

Mahardika., H. Aprillia, P. Trisunuwati, dan P Surjowardojo. 2016. Pengaruh Suhu Air Pencucian Ambing dan Teat Dipping terhadap Jumlah Produksi, Kualitas dan Sel Somatik Susu pada Sapi Peternakan Friesian Holstein. Buletin Peternakan 40(1): 11–20.

Manu, K. R., E. Tangkonda, dan M. A. Gelolodo. 2019. Isolasi dan Identifikasi Terhadap Bakteri Penyebab Mastitis pada Sapi Perah di Desa Benlutu Kecamatan Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Veteriner Nusantara 2(2): 10-19.

Marshall, R.T., J. E. Edmonson, B. Stevens. 1993. Using The California Mastitis Test. USA.

Pasaribu, A., Firmansyah, dan N. Idris. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Susu Sapi Perah di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan XVIII (1): 28–35.

Subagyo, Y., Astuti, T. Y., Soediarto, P., Syamsi, A. N., dan Widodo, H. S. 2021. Evaluasi Kinerja Good Dairy Farming Practise (GDFP) Peternakan Kambing Peranakan Ettawa (PE) Rakyat di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. In Prosiding Seminar Nasional Teknologi Agribisnis Peternakan (STAP . Vol. 8, pp. 199-206.

Surjowardojo, P., P. Trisunuwati, dan S. Khikma. 2016. Pengaruh Lama Massage dan Lama Milk Flow Rate terhadap Laju Pancaran Produksi Susu Sapi Friesian Holstein di Pt Greenfields Indonesia. Journal of Tropical Animal Production 17(1): 49-56.

Suwito, W., W. S. Nugroho, B. Sumiarto, dan A. E. T. H. Wahyuni. 2014. Faktor-Faktor Risiko Mastitis Subklinis pada Kambing Peranakan Etawah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jurnal Veteriner 15(1): 130-138.

Utomo, B., dan M. D. Pertiwi. 2010. Tampilan Produksi Susu Sapi Perah yang Mendapat Perbaikan Manajeman Pemeliharaan. Caraka Tani: Journal of Sustainable Agriculture 25(1): 21-25.

Yudonegoro, R. J., N. Nurwantoro, dan D. W. Harjanti. 2016. Kajian Kualitas Susu Segar Dari Tingkat Peternak Sapi Perah, Tempat Pengumpulan Susu Dan Koperasi Unit Desa Jatinom Di Kabupaten Klaten. Animal Agriculture Journal 3(2): 323-333.

Downloads

Published

11-08-2025

How to Cite

HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PEMERAHAN DENGAN KEJADIAN MASTITIS SUBKLINIS DAN KERUSAKAN SUSU DI KECAMATAN CILONGOK DAN KECAMATAN PEKUNCEN. (2025). ANGON: Journal of Animal Science and Technology, 7(2). http://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/angon/article/view/1364

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2