KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMOFER JERAMI PADI YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN MOL BERBASIS LIMBAH

  • Kamso Kamso
  • Novita Hindratiningrum
  • Restuti Fitria
Keywords: amoniasi fermentasi, jerami padi, bahan kering, bahan organik

Abstract

Latar Belakang. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang
potensial karena tersedia dengan jumlah yang berlimpah dan mudah diperoleh
untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Pemanfaatan jerami padi sebagai
pakan ternak terkendala karena kualitas nutrisi yang rendah. Teknologi
pengolahan pakan baik secara fisik, kimia, ataupun biologis dapat diterapkan
dan mampu memperbaiki kualitas nutrisi jerami padi. Salah satu teknologi
yang dapat diterapkan adalah amoniasi fermentasi (amofer). Amoniasi dapat
dilakukan dengan menambahkan urea dan diharapkan dapat berfungsi
memecah ikatan-ikatan lignin, selulosa dan silika. Fermentasi merupakan
proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan
mikroorganisme atau dengan penambahan starter. Starter yang biasa
digunakan adalah EM-4, namun pada dasarnya dapat juga diperoleh dari
lingkungan sekitar kita atau limbah. Starter seperti ini biasa disebut dengan
mikroorganisme lokal (MOL). Mikroorganisme lokal dapat dibuat dengan
memanfaatkan bahan dari limbah rumah tangga atau industry seperti nasi basi
dan onggok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan
kering dan bahan organik dari amofer jerami padi dengan penambahan
berbagai starter MOL asal limbah (nasi basi dan onggok) serta membandingkan
hasilnya dengan starter EM-4. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan
menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL),
4 perlakuan dan 5 kali ulangan dan uji lanjut Duncan’s Multi Range Test
(DMRT). Penelitian dilakukan dengan perlakuan penambahan starter yang
berbeda yaitu P0 : tanpa starter (kontrol), P1 : starter EM-4, P2 : starter MOL
nasi basi dan P3 : sarter MOL onggok. Variabel yang diamati adalah kandungan
Bahan Kering dan Bahan Organik. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penambahan starter yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap
kandungan Bahan Kering dan Bahan Organik amofer jerami padi. Bahan Kering
tertinggi (P<0,05)nampak pada perlakuan tanpa starter (kontrol) dibandingkan
perlakuan yang lainnya sedangkan Bahan Organik terendah nampak pada
perlakuan dengan penambahan starter MOL nasi basi (P2) yaitu sebesar 11,81
± 0,43% dan 24,75 ± 0,14%. Simpulan. Starter MOL nasi basi memiliki
kemampuan mendegradasi substrat jerami padi lebih baik daripada starter
lainnya yang digunakan.

References

Aling, C., Tuturoong, R.A.V., Tulung, Y.L.R., dan Waani, R. M. 2020. Kecernaan Serat
Kasar dan Betn (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) Ransum Komplit Berbasis
Tebon Jagung Pada Sapi Peternakan Ongole. Fakultas Peternakan Universitas Sam
Ratulangi Manado. Vol. 40 (2), 428-438
Amin, M., Sofyan, D.H., Oscar,Y. dan M.Iqbal., 2016. Pengaruh lama fermentasi
terhadap peningkatan kualitas jerami padi amoniasi yang ditambah probiotik
Bacillus sp. Laporan Penelitian . Fakultas Peternakan Universitas Mataram,
Mataram.
Association of Official Analytical Chemist (AOAC). 2005. Official Methods of Analysis
of The Association of Official Analytical Chemist. AOAC Inc., 18th Edition, Washington, DC.
Astuti, T., Rofiq, M. N., dan Nurhaita, N. 2017. Evaluasi kandungan bahan kering,
bahan organik dan protein kasar pelepah sawit fermentasi dengan penambahan
sumber karbohidrat. Jurnal Peternakan, 14(2), 42–47
Boymau, J. S., T. T. Nikolaus dan M. S. Abdullah. 2015. Substitusi pakan konsentrat
dengan daun kabesak putih (Acacia leucophloea Roxb) terhadap konsumsi dan
kecernaan ransum pada Kambing lokal jantan. Jurnal Nukleus Peternakan.
2(2):164–169.
Budiyani, N. K., Soniarai dan N.W.S. Sutari.. 2016 Analisis Kualitas Larutan
Mikroorganisme Loakal (MOL) Bonggol Pisang. Jurnal Agroekoteknologi
Tropika 5(1) : hal 63-72.
Dewantari M. 2016. Potensi Limbah Jerami Serta Pemanfaatan Untuk Makanan
Ternak. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar.
Fardiaz, S. 1988. Fermentasi Pangan. PAU Pangan dan Gizi IPB. Gramedia. Bogor
Fitria, R., Hindratiningrum, N., dan Rayhan, M. 2023. pH dan Total Mikroba pada
Starter Mikroorganisme Lokal (MOL) Berbasis Limbah untuk Fermentasi
Pakan. Jurnal Sains Peternakan, 11(1), 15-19.
Hanum, Z dan Usman Y. 2011. Analisis Proksimat Amoniasi Jerami Padi dengan
Penambahan Isi Rumen. Agripet Vol. 11. (1). Hal. 39-44
Mulijanti, S.L, S. Tedy, Nurnayeti. 2014. Pemanfaatan Dedak Padi pada Usaha
Penggemukkan Sapi Potong di Jawa Barat. Jurnal Peternakan Indonesia. Vol 16
(3). 179 – 187
Riswandi. Imsya, A. Sandi, S, dan Putra, A.S.S. 2017. Evaluasi Kualitas FisikBiskuit
Berbahan Dasar Rumput Kumpai Minyak dengan Level LegumRawa (Neptunia
Oleracea Lour) yang Berbeda. Jurnal Peternakan Sriwijaya, 6 (1) : 1-11.
Suningsih, N., Ibrahim, W. 2018. Kualitas Nutrisi Amoniasi dan Jerami Padi (Oriyza
Sativa) Fermentasi Pada Berbagai Penambahan Starter. Jurnal Sain Peternakan
Indonesia. Vol. 14(2). 191 – 200.
Suningsih, D. 2019. Kualitas Fisik dan Nutrisi Jerami Padi Fermentasi pada Berbagai
Penambahan Starter. Jurnal Sains Peternakan Indonesia Vol. 14 (2), 192
Wahyono, T., Sasongko, W. T., Sholihah, M., & Ratnasari, M. 2017. Pengaruh
penambahan tanin daun nangka (Artocarpus heterophyllus) terhadap nilai
biologis daun kelor (Moringa oleifera) dan jerami kacang hijau (Vigna radiata)
secara in vitro. Buletin Peternakan, 41(1), 15–25.
Winarno, F.G., S. Fardiaz dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar TeknologiPangan. PT
Gramedia, Jakarta.
Yanuartono, H. Purnamaningsih, S. Indarjulianto dan A. Nururrozi. 2017. Potensi
Jerami Sebagai Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan 27 (1):
40-62.
Published
2023-11-30
How to Cite
[1]
K. Kamso, N. Hindratiningrum, and R. Fitria, “KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMOFER JERAMI PADI YANG DIFERMENTASI DENGAN PENAMBAHAN MOL BERBASIS LIMBAH”, ANGON: Journal of Animal Science and Technology, vol. 5, no. 3, pp. 406-413, Nov. 2023.
Section
Articles