ABNORMALITAS DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA KAMBING SAANEN HASIL SEXING MENGGUNAKAN BOVINE SERUM ALBUMIN DENGAN PERBANDINGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA

  • Fachmi Angga Permana
  • Dadang Mulyadi Saleh
  • Hermawan Setyo Widodo
  • Chomsiatun Nurul Hidayah
Keywords: Sexing, Bovine Serum Albumin, Morfometri, Abnormalitas

Abstract

Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan
keakuratan hasil sexing dengan mengamati abnormalitas dan morfometri
spermatozoa. Penelitian dilakukan dengan menggunakan semen dari seekor
ternak pejantan kambing Saanen berumur 2 tahun di Experimental Farm,
Universitas Jenderal Soedirman. Materi dan Metode. Metode penelitian ini
adalah metode experimental dengan perlakuan perbandingan konsentrasi
Bovine Serum Albumin berbeda yang dirancang sebanyak 8 kali ulangan dan 2
perlakuan. Analisis data dilakukan dengan uji beda t student equal dan korelasi
pearson. Hasil. Hasil dari penelitian diperoleh rataan abnormalitas
spermatozoa pada P1 konsentrasi 5% = 11,53±5,77% dan 10% = 8,00±3,87%
sedangkan pada P2 konsentrasi 15% = 12,79±3,85% dan 20% = 12,27±6,13%
dan morfometri spermatozoa pada P1 konsentrasi 5% = 7,88±0,79 μm2 dan
10% = 6,42±0,23 μm2 sedangkan pada P2 konsentrasi 15% = 7,02±0,30 μm2
dan 20% = 6,91±0,40 μm2. Hasil uji beda t student equal menunjukkan
abnormalitas spermatozoa pre sexing berpengaruh nyata terhadap
abnormalitas hasil sexing. Hasil uji beda t student equal menunjukkan
morfometri spermatozoa pre sexing berpengaruh nyata terhadap abnormalitas
hasil sexing pada konsentrasi BSA 5% dan 10%, serta morfometri konsentrasi
5% dengan 10%. Hasil uji korelasi pearson menunjukkan adanya korelasi
lemah antara ukuran morfometri dengan nilai abnormalitas spermatozo.
Simpulan. Kualitas spermatozoa kambing Saanen hasil sexing yang
mendapatkan hasil terbaik yakni semen hasil sexing dengan menggunakan
perbandingan Bovine Serum Albumin dengan konsentrasi 5% : 10%
berdasarkan peninjauan abnormalitas, keakuratan morfometri dan
korelasinya.

References

Anwar, A., Solihati, N. and Rasad, S.D., 2019. Pengaruh Medium dan Lama Inkubasi
dalam Proses Sexing Sperma terhadap Kualitas Semen Kambing Boer. Jurnal Ilmu
Ternak Universitas Padjadjaran. 19(1) : 53-61.
Banaszewska, D., and K. Andraszek. 2021. Assessment of the morphometry of heads
of normal sperm and sperm with the Dag defect in the semen of Duroc
boars. Journal of Veterinary Research. 65(2): 239-244.
Bintara, S., 2011. Rasio Spermatozoa X: Y dan Kualitas Sperma pada Kambing Kacang
dan Peranakan Ettawa. Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu
Peternakan, 9(2) : 65-71.
Cahyadi, T.R.T., 2016. Persentase Hidup dan Abnormalitas Sel Spermatozoa Kambing
Peranakan Ettawah (PE) dengan Pakan yang Disuplementasi Daun Binahong
(Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis). Animal Agriculture Journal, 5(4) : 23-32.
Hamdana, A., H. Sonjaya., dan A. L. Toleng. 2019. Pengaruh Pemberian Heparin pada
Level yang Berbeda pada Semen Beku Sapi Limousin Hasil Sexing dengan
Menggunakan Albumen Telur Ayam. Jurnal Peternakan Lokal 1(2) : 21-27.
Lestari, T.P., Ihsan, M.N. and Isnaini, N., 2014. Pengaruh Waktu Simpan Semen Segar
dengan Pengencer Andromed pada Suhu Ruang terhadap Kualitas Semen
Kambing Boer. Journal of Tropical Animal Production, 15(1) : 43-50.
Masyitoh, H., Suprayogi, T.W., Praja, R.N., Srianto, P., Madyawati, S.P. and Saputro, A.L.,
2018. Persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa Kambing Sapera dalam
pengencer tris kuning telur dan susu skim kuning telur before freezing. Jurnal
Medik Veteriner. 1(3) ‘ 105-112
Mokoagow, F., Pudjihastuti, E., Hendrik, M.J. and Paputungan, U., 2021. Makroskopik
semen segar Kambing Bangsa Peranakan Etawa (PE), Boer dan Saanen di Balai
Inseminasi Buatan Lembang. Zootec. 41(1) ; 150-157.
Munazzaroh, A.N., S. Wahyuningsih, dan G. Ciptadi.2013. Uji kualitas spermatozoa
kambing Boer hasil pembekuan menggunakan mr. frosty ® pada tingkat
pengenceran andromed® berbeda. J. Ternak Tropika, 14(2) ; 63-71.
Pamungkas, F. A. dan Batubara, 2007. Evaluasi karakteristik semen beku Kambing
Kosta. Lokakarya Nasional Domba dan Kambing.
Pasaribu, E., Dasrul, Dan Ginta, R. 2014. Pengaruh Pemisahan Spermatozoa X dan
Y dengan Menggunakan Metode Swim Up terhadap Kualitas Spermatozoa
Kambing Peranakan Etawah (PE). Jurnal Medika Veterinaria. 8(2) : 102-108
Riyadhi, M., M. Rizal, A. Wahdi. 2017. Diseminasi Teknologi Inseminasi Buatan
Menggunakan Semen Kambing Peranakan Etawa (PE) dengan Pengencer Air
Kelapa Muda dan Kuning Telur di Kecamatan Bati Bati Kabupaten Tanah Laut
Kalimantan Selatan. Jurnal Panrita Abdi, 1(2): 125-130.
Solihati, N., Rasad, S.D., Yusrina, A. and Dimyati, Y.I., 2017. Identifikasi morfometrik
sperma domba lokal sebagai dasar aplikasi sexing sperma. Jurnal Ilmu Ternak
Universitas Padjadjaran. 17(2) : 109-113.
Solihati, N., S.D. Rasad, A. Yusrina. 2017. Evaluation The Natural Proportion of X-Y
Chromosome Bearing Sperm of West Java Local Ram Using Morfometric Methode.
Proceeding 7th International Seminar on Animal Production. Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta.
Somarny WWMZ, YJ Tan, Mat Tasol S, Jasmi Y, Mussadin K, Johari JA. 2011.
Separation of Y-chromosome bearing bull’s spermatozoa using an albumin
gradient technique. Mal J Anim Sci. 14:13-19.
Sonjaya H, Hasbi, Sutomo, Hastuti. 2009. Pengaruh Penambahan Calcium Ionophore
terhadap Kualitas Spermatozoa Kambing Boer Hasil Seksing. J Sains dan
Teknologi. 5:90-101.
Sudarma, I.M.A., W. M. Nalley, H.L.L.L. Belli, dan A. Marawali. 2014. Separasi
Spermatozoa X Dan Y Menggunakan Level Albumin Yang Berbeda Sebagai Media
Pemisah Spermatozoa Babi. Jurnal Nukleus Peternakan 1(1) : 37-43.
Susilawati, T. 2014. Sexing Spermatozoa : Hasil Penelitian Laboratorium dan Aplikasi
pada Sapi dan Kambing. Universitas Brawijaya Press, Malang
Published
2023-11-30
How to Cite
[1]
F. Permana, D. Saleh, H. Widodo, and C. Hidayah, “ABNORMALITAS DAN MORFOMETRI SPERMATOZOA KAMBING SAANEN HASIL SEXING MENGGUNAKAN BOVINE SERUM ALBUMIN DENGAN PERBANDINGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA”, ANGON: Journal of Animal Science and Technology, vol. 5, no. 3, pp. 340-346, Nov. 2023.
Section
Articles