PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DALAM PROGRAM KKN DI DESA PEKUNDEN

Penulis

  • Sehah Sehah Fakultas MIPA, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Fillipus Aditya Nugroho Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Tegar Kuncoro Jati Fakultas Hukum, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Khansa Khairunnisa Penulis
  • Dyah Setiawati Fakultas IKES, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Tsabithah Khansa Brisadela Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Nabila Rahma Alya Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Nur Alifah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Aditya Fadiel Zain Fakultas PIK, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Widya Nurfaizah Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Lukluatin Nafiah Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Nurun Nihar Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis
  • Cellin Aulia Azlin Fakultas IKES, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Penulis

Kata Kunci:

sosialisasi, pupuk organik cair, limbah rumah tangga, Desa Pekunden

Abstrak

Desa Pekunden, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas merupakan daerah dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang besar, terutama di sektor pertanian. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi masyarakat setempat adalah pengelolaan sampah rumah tangga, yang sebagian besar berupa limbah organik seperti sisa sayuran dan buah-buahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian, dilakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) berupa pelatihan teknis pembuatan pupuk organik cair (POC) yang ditujukan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sengkuyung di Desa Pekunden. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Berdasarkan hasil observasi melalui kuesioner, diperoleh rata-rata tingkat pemahaman dan penerimaan peserta sebesar 90,98%. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 23,81%. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi antusiasme peserta, dukungan perangkat desa, dan ketersediaan bahan yang terjangkau. Kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan waktu dan pemahaman teknis peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi pertanian berkelanjutan

Unduhan

Diterbitkan

08-12-2025