PENGUATAN TRADISI BUDAYA JIMPITAN MELALUI KKN TEMATIK LITERASI DI DESA KALIERANG WONOSOBO
Kata Kunci:
Desa Kaliurang, Gotong royong, jimpitan, Kearifan lokal, Solidaritas sosialAbstrak
Tradisi jimpitan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih bertahan di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan jimpitan di Desa Kalierang, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, serta menganalisis nilai sosial, ekonomi, dan tantangan keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui kuesioner tertutup dengan jawaban “Ya” dan “Tidak” yang disebarkan kepada 10 responden warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% masyarakat mendukung keberlanjutan jimpitan, dengan tingkat partisipasi rutin sebesar 70%. Jimpitan tidak hanya berfungsi sebagai simbol solidaritas sosial, tetapi juga memberikan manfaat nyata, seperti membantu kegiatan ronda malam, mendukung warga yang membutuhkan, serta memperkuat rasa kebersamaan. Namun, penelitian juga menemukan rendahnya keterlibatan generasi muda, yang berpotensi menjadi ancaman bagi keberlangsungan tradisi. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam pelaksanaan jimpitan, termasuk pemanfaatan teknologi dan integrasi dengan program kepemudaan, agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Penelitian ini menegaskan bahwa jimpitan masih menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan sosial-ekonomi desa serta perlu dilestarikan sebagai warisan budaya lokal.