PENGARUH PEMBERIAN MINYAK SEREH TERHADAP PERTUMBUHAN KELINCI

  • Susana I W Rakhmani Balai Penelitian Ternak (Indonesian Research for Animal Production) Jl. Veteran III, Ciawi-Bogor

Abstract

Penggunaan minyak sereh pada penelitian ini ditujukan untuk menjadi salah satu alternatif pengganti antibiotik sintetis yang saat ini dibatasi penggunaannya pada pakan ternak.  Minyak sereh komersial digunakan pada percobaan, dan hasil analisis kromatografi gas menunjukkan kandungan geraniol, citronelol, myrcene, neral, geranial, citronelal and α-pinene . Percobaan pada ternak, minyak sereh di encerkan dengan menggunakaan minyak goreng dan menggunakan 80 ekor kelinci lepas sapih dengan perlakuan K1 (ransum basal RB 12), K2 (RB12+minyak goreng), RB400 (RB12+minyak sereh 400 ppm) dan RB800 (RB12+minyak sereh 800 ppm) masing-masing 5 ulangan @ 4 ekor per ulangan.  Bobot badan hidup, konsumsi pakan,  jumlah total bakteri sekum dan pengamatan organ dalam di lakukan. Tingkat kematian masih tinggi pada eksperimen ini (masing-masing 25, 70, 50 and 60% untuk K1, K2, RB400 dan RBM00). Pengamatan pada kelinci yang mati ada indikasi pendarahan (hemorargis) pada paru-paru, pembentukan benjolan putih pada hati (seperti tumor). Beberapa ternak menunjukan pertambahan bobot badan yang cukup tinggi (secara invidual, pada RB400 dan RB800 masing-masing 400 dan 500 gram pada hari ke 18). Rataan jumlah total bakteri sekum: 12x 1010;  22,8x1010 ; 8,03x 109 dan 11,7x109 pada K1, K2, RB400, dan RB800.   

Kata kunci: minyak sereh, kelinci, mikroba

Published
2018-05-20
How to Cite
Rakhmani, S. (2018). PENGARUH PEMBERIAN MINYAK SEREH TERHADAP PERTUMBUHAN KELINCI. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 5, 181-189. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/40
Section
Articles