KADAR AIR, pH dAN FREE FATTY ACID YOGHURT CHEESE PROBIOTIK YANG DISIMPAN SELAMA 30 HARI PEMERAMAN

  • Atin Atin Universitas Jenderal Soedirman
  • Juni Sumarmono
  • Triana Setyawardani Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: kadar lemak susu, lama pemeraman, kadar air, pH, FFA yoghurt cheese

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar lemak susu dan lama pemeraman pada pembuatan yoghurt cheese probiotik dari susu sapi terhadap karakteristik kimia produk. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Terdapat 4 perlakuan yaitu kombinasi perbedaan kadar lemak susu (normal dan rendah) dengan perbedaan lama pemeraman keju (0 dan 30). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Peubah yang diukur berupa karakteristik kimia keju yang terdiri atas kadar air, pH dan free fatty acid (FFA). Hasil penelitian secara analisis deskriptif (uji t) menunjukkan bahwa keju dengan kadar lemak normal dengan lama pemeraman yang berbeda menghasilkan rataan kadar air, pH, dan FFA berturut-turut pada 0 hari yaitu 65,12%, 3,7 dan 5,85% serta pada 30 hari yaitu 59,76%,
3,95 dan 8,02%. Sedangkan keju rendah lemak menghasilkan rataan berturut-turut pada 0 hari yaitu 74,88%, 3,73 dan 5,27% serta pada 30 hari yaitu 67,71%, 4,13 dan 8,12%. Perbedaan kadar lemak susu yang dikombinasikan dengan lama pemeraman yang berbeda memberikan hasil yang berbeda (signifikan) terhadap FFA, namun tidak berbeda terhadap kadar air dan pH yoghurt cheese. Trend grafik waktu pemeraman menunjukkan bahwa selama pemeraman kadar air semakin turun, namun pH dan FFA meningkat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah yoghurt cheese rendah lemak dengan waktu pemeraman yang tepat (30 hari) menghasilkan karakteristik yang lebih baik atau mendekati karakteristik yoghurt cheese dengan kadar lemak normal sebagai pangan fungsional berprobiotik.
Kata Kunci: kadar lemak susu, lama pemeraman, kadar air, pH, FFA yoghurt cheese

References

AOAC. Association of Official Analitycal Chemist, 2005. Official Methods of Analysis of The
Association of Official Analytical of Chemist. Arlington The Association of Official Analytical
Chemist.
Astuti, T.Y. dan T. Setyawardani. 2004. Penggunaan Susu Skim dan Asam Lemak Essensial sebagai Alternatif Cara Memperbaiki Kualitas Nutrisi Yogurt. Journal Animal Production. 8 (1):16-21.
Beresford, T.P., N.A. Fitzsimons, N.L. Brennan, and T.M. Cogan. 2001. Recent Advances in Cheese Microbiology. International Dairy Journal. 11(4-7): 259-274.
Buckle, K.A., R.A. Edwards, G.H. Fleet and M. Wootton. 1987. Ilmu Pangan. diterjemahkan oleh H.
Purnomo dan Adiono. “Food Science” Universitas Indonesia. Jakarta.
Chairunnisa, H. 2007. Aspek Nutrisi dan Karakteristik Organoleptik Keju Semi Keras Gouda pada
Berbagai Lama Pemeraman. Jurnal Ilmu Ternak. 7(1): 16-21.
Chandan, R.C. 2006. Milk Composition, Physical and Processing Characteristics. Manufacturing
Yoghurt and Fermented Milks. R.C. Chandan. Blackwell Publishing. USA. 17-40.
Farida., D. N., F. Kusnandar, D. Herawati, H. D. Kusuma, N. Wulandari, dan D. Indriastuti. 2008.
Petunjuk Praktikum Analisa Pangan. Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Fakultas
Teknologi Pertanian. Institut Pertanian. Bogor.
Ji, T., V. B. Alvarez dan W. J. Harper. 2004. Influence of Starter Culture Ratios and Warm Room
Treatment on Free Fatty Acid and Amino Acid in Swiss Cheese. Journal of Dairy Science 87 :
1 – 7.
Keceli, T., R.K. Robinson and M.H. Gordon. 1999. The Role of Olive Oil in The Preservation of
Yogurt Cheese (Labneh Anbaris). International Journal of Dairy Technology. 52: 68–72.
Legowo, A. M. 2002. Peranan Yogurt sebagai Makanan Fungsional. Jurnal Pengembangan
Peternakan Tropis. 27: 142 – 150.
McSweeney, P.L.H. 2007. Cheese Problem Solved. CRC Press. New York. Washington, DC.
Murti, T.W. dan T. Hidayat. 2009. Pengaruh Pemakaian Kultur Tiga Macam Bakteri Asam Laktat dan Pemeraman Terhadap Komposisi Kimia dan Flavour Keju. Journal Indonesian Tropical Animal
Agricultural. 34: 10-15.
Nisa, F.C., J. Kunadi dan R. Chisnasari. 2008. Viabilitas Dan Deteksi Subletal Bakteri Probiotik pada Susu Kedelai Fermentasi Instan Metode Pengeringan Beku (Kajian Jenis Isolat dan Konsentrasi Sukrosa sebagai Krioprotektan). Jurnal Teknologi Pertanian 9(1): 40-51.
Rodrigues, D., A. P. R. S Teresa, M. G Ana, J. G Brian, and C. F Ana. 2012. Lipolysis in Probiotic
and Synbiotic cheese : The Influence of Probiotic Bacteria, Prebiotic Compounds and Ripening
Time on Free Fatty Acid Profiles. Food Chemistry 131 (4) : 1414-1421.
Shah, N. P. 2007. Functional Cultures and Health Benefits. International Dairy Journal. 17: 1262-
1277.
Steel, R.G. and J.H. Torrie. 1996. Principles and Procedures of Statistics. A Biometrical Approach.
McGraw-Hill Book Company. New York.
Sudarmadji, S., Haryono dan Suhardi. 2007. Prosedur Analisa Untuk Bahan Makanan dan Pertanian.
Liberty. Yogyakarta.Sunarlim, R. dan H. Setiyanto dan M. Poeloengan. 2007. Pengaruh Kombinasi Starter Bakteri Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus plantarum terhadap Sifat Mutu Susu Fermentasi. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 7(07): 270-278.
Walther, B., A. Schmid, R. Sieber, and K. Wehrmüller. 2008. Cheese in Nutrition and Health. Dairy
Science and Technology 88 : 389-405.
Published
2023-01-21
How to Cite
Atin, A., Sumarmono, J., & Setyawardani, T. (2023). KADAR AIR, pH dAN FREE FATTY ACID YOGHURT CHEESE PROBIOTIK YANG DISIMPAN SELAMA 30 HARI PEMERAMAN. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 3, 522-529. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1994
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)