KONSUMSI DAN EFISIENSI PAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIBERI BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI CAIRAN BATANG PISANG

  • Fitriana Akhsan Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Basri Basri Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
  • Harifuddin Harifuddin Jurusan Peternakan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Keywords: proteksi protein, cairan batang pisang, bungkil kedelai, konsumsi, efisiensi

Abstract

Cairan batang pisang adalah agen proteksi protein pada bahan pakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsumsi dan efisiensi pakan kambing Peranakan Etawa yang diberi bungkil kedelai terproteksi cairan batang pisang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari  3 perlakuan, dan 3 ulangan. Penelitian  ini menggunakan 9 ekor kambing Peranakan Etawa berumur  ± 5 bulan dengan bobot badan ± 7 kg. Susunan perlakuan yaitu.  T0 = Pakan komplit (dengan bungkil kedelai tanpa proteksi cairan batang pisang); T1 = Pakan komplit (dengan bungkil kedelai terproteksi cairan batang pisang. 100 gram : 50 cc); T2 = Pakan komplit (dengan bungkil kedelai terproteksi cairan batang pisang. 100 gram : 100 cc). Parameter yang diamati dalam penelitian ini yaitu konsumsi pakan, konsumsi bahan kering dan bahan organik, pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan efisiensi pakan. Konsumsi pakan, bahan kering dan bahan organik tidak dipengaruhi oleh perbedaan level proteksi (P>0,05). Pertambahan bobot badan harian, konversi pakan dan efisiensi pakan dipengaruhi secara nyata (P<0,05) oleh perbedaan level proteksi. Kesimpulan dari peneltian ini adalah proteksi bungkil kedelai menggunakan cairan batang pisang mengoptimalkan konversi dan efisiensi pakan pada perlakuan T1 yaitu pakan komplit dengan bungkil kedelai terproteksi cairan batang pisang pada perbandingan 100 gram: 50 cc.

References

Akhsan F, L.K. Nuswantara dan J. Achmadi. 2015. Pengaruh bungkil kedelai dan daun waru terhadap penggunaan nitrogen dalam tubuh kambing. Seminar Nasional dan Lokakarya Teknologi dan Agribisinis Peternakan. Purwokerto. 69-73.
Boucher, S. E., S. Calsamiglia, C. M. Parsons, H. H. Stein, M. D. Stern, P. S. Erickson, P. L. Utterback and C. G. Schwab. 2009. Intestinal digestibility of amino acids in rumenundegraded protein estimated using a precision-fed cecectomized rooster bioassay: II. Distillers dried grains with solubles and fish meal. J. Dairy Sci. 92: 6056-6067
Cahyani, Nuswantara LK, Subrata A. 2012. Pengaruh proteksi protein tepung kedelai dengan tanin daun bakau terhadap konsentrasi amonia, undegraded protein dan protein total secara in vitro. J Anim Agric 1(1): 159-166.
Coleman, S.W. & J. E. Moore. 2003. Feed quality and animalperformance. Field Crops Res. 84:17-29.
Ekawati E, A. Muktiani dan Sunarso. 2014. Efisiensi dan Kecernaan Ransum Domba yang Diberi Silase Ransum Komplit Eceng Gondok Ditambahkan Starter Lactobacillus plantarum. Agripet: Vol (14) No. 2: 107-114.
Gasperz, V. 1991. Metode Rancangan Percobaan. CV. Armico, Bandung.
Istiqomah, L. H. Herdian, A. Febrisantosa, and D. Putra.2011. Waru Leaf (Hibiscus tiliaceus) as saponin source on in vitro ruminalfermentation characteristic.J. Indonesian Trop.Anim.Agric. 36(1): 43-49.
Jayanegara, A., Sofyan, A., Makkar, H.P.S. and Becker, K.,2009. Kinetika Produksi Gas, Kecernaan Bahan Organik dan Produksi Gas Metana in Vitro pada Hay dan Jerami yang Disuplementasi Hijauan Mengandung Tanin, Media Peternakan. 32: 120-129.
Mathius, I.W., I.B. Gaga, dan K. Utama. 2002. Kebutuhan kambing PE jantan muda akan energi dan protein kasar: konsumsi, kecernaan, ketersediaan dan pemanfaatan nutrien. Jurnal Ilmu Ternak Veteriner. 7 (2): 99-109.Parakkasi, A. 1999. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Ruminan. UI – Press, Jakarta
Mathius, I.W., Yulistiani, D., Wina, E., Haryanto, B., Wilson, A., Thalib, A., 2001. Pemanfaatan energi terlindung untuk meningkatkan efisiensi pakan pada domba induk. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner.6 (1):7-13
Purbowati. E., Sutrisno, C.I., Baliarti, E., dan Budhi, S.P.S., 2009. Penampilan domba lokal jantan dengan pakan komplit dari berbagai limbah pertanian dan agroindustri. Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan, Semarang. 130-138.
Tanuwiria, U.H., 2013. Efek suplementasi kompleks mineral-minyak dan mineralorganik dalam ransum terhadap kecernaan ransum, populasi mikroba rumen dan performa produksi domba jantan. Seminar Nasional dan Kongres Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Ternak Indonesia, Yogyakarta. 27 Juli 2007. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. 327-334.
Wahyuni, I. M. D, Muktiani A dan Christianto A. 2014.Penentuan dosis tanin dan saponin untuk defaunasi dan peningkatan fermentabilitas pakan. JITP Vol. 3 No. 3.
Wina, E. 2001. Tanaman pisang sebagai pakan ternak ruminansia. Wartazoa 11: 20-27
Wina, E. dan D. Abdurohman. 2005. The formation of „ruminal bypass protein‟ (in vitro) by adding tannins isolated from Calliandracalothyrsus leaves or formaldehyde. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 10: 274-280.
Yulistiani, D., W. Puastuti dan I-W. Mathius. 2010. Pengaruh pencampuran cairan batang pisang dan pemanasan terhadap degradasi bungkil kedelai di dalamrumen domba. JITV 15: 1-8.
Yulistiani, D., I-W. Mathius dan W. Puastuti. 2011. Bungkil kedelai terproteksi tanin cairan batang pisang dalam pakan domba sedang tumbuh. JITV 16(1): 33-40.
Published
2022-06-29
How to Cite
Akhsan, F., Basri, B., & Harifuddin, H. (2022). KONSUMSI DAN EFISIENSI PAKAN KAMBING PERANAKAN ETAWA YANG DIBERI BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI CAIRAN BATANG PISANG. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 9, 174-179. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1587
Section
Articles