STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN MELALUI REKAYASA GENETIK ITIK LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN

  • Dattadewi Purwantini Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Raden Singgih Sugeng Santosa Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Setya Agus Santosa Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Agus Susanto Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
  • Dewi Puspita Candrasari Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman
Keywords: Strategi pengembangan peternakan, Rekayasa genetik, Seleksi, Sistem Perkawinan, itik lokal

Abstract

Strategi pengembangan usaha peternakan khususnya itik lokal menuntut ketersediaan bibit unggul baik secara genetik maupun fenotipik agar dapat diperoleh produktivitas dan reproduksi yang efisien.  Pada umumnya perbaikan mutu genetik ternak dilakukan secara konvensional yaitu dengan teknik pemuliaan melalui seleksi dan sistem perkawinan.  Tolok ukur keberhasilan seleksi ditunjukkan dengan respon seleksi, sedangkan untuk perkawinan atau persilangan dengan nilai heterosisnya. Tulisan ini menyajikan gagasan dan alternatif dalam pengembangan pembibitan itik lokal yang kiranya dapat mengkombinasikan antara cara konvensional dengan teknik biomolekuler atau rekayasa genetik berbasis SNP, sehingga dapat mengetahui pengaruh genetik terhadap kemampuan produksi dan reproduksinya secara lebih akurat. Tujuan khusus penelitian ini adalah penggunaan marker genetik berbasis SNP dari gen FSH dan PRL sebagai dasar seleksi pada itik lokal, sehingga diperoleh itik lokal yang mempunyai kemampuan reproduksi dan produksi unggul.  Penelitian ini urgen dilakukan karena sampai saat ini penelitian tentang seleksi berdasarkan identifikasi polimorfisme pada berbagai macam gen  terkait dengan sifat reproduksi dan  produksi telur berbasis SNP pada itik lokal yang terseleksi belum dilakukan dan dikembangkan di tingkat peternak maupun di perbibitan. Upaya memperoleh rumpun itik lokal yang mempunyai kemampuan reproduksi dan produksi unggul, merupakan salah satu program untuk menyediakan pangan yang memenuhi standar ASUH (aman, sehat, utuh dan halal). Manfaat penelitian ini adalah memperoleh marker molekuler SNP dari gen FSH dan PRL yang dapat digunakan untuk menyeleksi itik lokal dan keturunannya yang memiliki produksi telur dan reproduksi tinggi, pada waktu yang lebih dini.

References

Aripin, C.S. 2013. Pengaruh Konsentrasi Infusa Daun Sirih (Piper betle Linn.) pada Pencelupan Telur Itik terhadap Daya Tetas dan Kematian Embrio. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran.
Bo, K., D. M. Jiang, R. J. Zhou, and H. M. Yang, 2009. Expression of Follicle-stimulating Hormone Receptor (FSHR) mRNA in the Ovary of Zi Geese During Developmental and Egg Laying Stages. Folia biologica (Kraków), vol. 58 (2010), No 1-2.
BPS Banyumas, 2021. Statistik Daerah Kabupaten Banyumas, 2021
Chang, M. T., Y. S. Cheng, and M. C. Huang. 2012. Association of prolactin haplotypes with reproductive traits in Tsaiya Ducks. Anim. Repro. Sci. 135:91–96. http://dx.doi.org/10.1016/j.anireprosci.2012.08.024.
Dewanti, R., Yuhan, dan Sudiyono. 2014. Pengaruh Bobot dan Frekuensi Pemutaran Telur Terhadap Fertilitas, Daya Tetas, dan Bobot Tetas Itik Lokal. Buletin Peternakan 38(1):16-20.
Ditjennak Keswan, 2021. Data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2021. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta.
Etches. 1996. Reproduction in poultry. Departement of Animal and Poultry. Science. University of Guelph, Guelph Ontario. Canada. Pp. 208-256.
Etches, R. J., 1996. Reproduction in Poultry. CAB Internasional. University Press. Cambridge.
Hardjosubroto, W, 1999. Animal Genetics. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta
Hermann B. P., Heckert L. L., 2007. Transcriptional regulation of the FSH receptor: new perspectives. Mol. Cell. En- docrinol. 260-262: 100-108.
Hetzel, D.J.S. 1985. Duck Breeding Strategies the Indonesia Example. In: Duck Production Science and World Practice, Farrell, D.J. and P. Stapleton (Eds.). University of New England, Armidale NSW., pp: 204-233.
Ismoyowati, T. Yuwanta, J. H. P. Sidadolog dan S. Keman. 2006. Hubungan Atar Karakteristik Morfologi dan Performans Reproduksi Itik Tegal dan sebagai Dasar Seleksi. Jurnal Indonesian Tropikal Animal Agricultural. 31(3).
Minj A., Mondal S., Tiwari A. K., Sharma B., Varshney V. P., 2008. Molecular characterization of follicle stimulating hormone receptor (FSHR) gene in the Indian river buffalo (Bubalus bubalis). Gen. Comp. Endocrinol. 158: 147-153.
Meliyati. N., K. Nova, dan D. Septinova. 2012. Pengaruh Umur Tetas Itik Mojosari dengan Peenetasan Kombinasi terhadap Fertilitas dan Daya Tetas. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu. Vol. 1 (1).
Nalbandov, A. V. 1990. Fisiologi Reproduksi Pada Mamalia dan Unggas. Terjemahan Srigandono, B. dan Praseno. Universitas Indonesia, Jakarta.
North, O.M. 1984. Commercial Chickhen Production Manual. AVI Publishing Company, Inc. AmericaPichner, F., 1983. Population genetics in animal breeding. Freeman and Co, San Fransisco.
Prasetyo, L.H. dan T. Susanti, 2000. Persilangan timbal balik antara itik Alabio dan Mojosari : periode awal bertelur. Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner 5(4): 210-214.
Prasetyo, L.H. 2007. Heterosis of the crossbred between Tegal and Mojosari ducks under sub-optimal condition. JITV 12(1): 22-26.
Purwantini, D., Ismoyowati and S.A. Santosa. 2016. Estimation of Selection Accuracy and Responsess of The Production Characteristics Using Different Selection Intensity In Magelang Duck. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture, 41(2):61-69
Purwantini, D., S.A. Santosa and Ismoyowati. 2017. Single Nucleotide Polymorphism Genotypes of the Follicle Stimulating Hormone Gene Associated with Egg Production from Tegal and Magelang Ducks with Their Resulting Reciprocal Crosses. International Journal of Poultry Science., 16 (11): 434-442.
Purwantini, D., Ismoyowati and S.A. Santosa. 2019. Heterosis Value Estimation of Magelang and Tegal Crossed Ducks Morphometrics Characteristics. The 1st International Conferences on Animal Industry ICAIT 2019. The 1st Animal Science and Food Technology Conference (AnSTC) 2019. 6–8
Purwantini D, Santosa RSS, Santosa SA, Susanto A, Candrasari DP, Ismoyowati I (2020) Prolactin gene polymorphisms and associations with reproductive traits in Indonesian local ducks, Veterinary World, 13(11): 2301-2311.
Setioko, A. R. dan Istiana. 1998. Perbibitan itik Alabio di Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Pros. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Puslitbangnak, Bogor.
Sudoyo, H. 2004. Polimorfisme DNA Mitokondria dan Kedokteran Forensik dalam Mitochondrial Medicine. Lembaga Biologi Molekul Eijkman. Jakarta. (hal 43 – 55).
Wang, C., Z. Liang, W. Yu, Y. Feng, X. Peng, Y.Gong and Shijun, 2011. Polymorphism of the prolactin gene and its association with egg production traits in native Chinese ducks. . South African Journal of Animal Science 2011, 41 (no 1)
Zhang, X., F.C. Leung, D.K.O. Chan, G. Wu. 2002. Genetics Diversity of Chinese Native Chicken Breeds Based on Protein Polymorphism, Randomly Amplified Polymorphic DNA and Microsatellit Polymorphism. Poultry Science 81: 1463 - 1472
Published
2022-06-29
How to Cite
Purwantini, D., Santosa, R. S., Santosa, S., Susanto, A., & Candrasari, D. (2022). STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN MELALUI REKAYASA GENETIK ITIK LOKAL UNTUK MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN. PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI AGRIBISNIS PETERNAKAN (STAP), 9, 13-25. Retrieved from https://jnp.fapet.unsoed.ac.id/index.php/psv/article/view/1563
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)