Dry Matter and Organic Matter Digestibillity of Sheep Feed Ingredients Based on Agro-Industrial by-Product Supplemented with Urea and Chinese Hibiscus Flour (Hibiscus rosa-sinensis L)

  • Tangkas Wicak Suraswaka Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
  • Wardhana Suryapratama Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
  • Titin Widiyastuti Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
Keywords: Agro-industrial by-product, urea, Chinese hibiscus, sheep, dry matter digestibility, organic matter digestibility

Abstract

Background. Agro-industrial by-product feed tends to have low nutrient quality, thus affecting the digestibility and productivity of livestock. The Low-quality feed can be solved by adding urea and Chinese hibiscus. This research aimed to understand and study the digestibility of dry matter and the digestibility of organic matter sheep feed ingredients based on agro-industrial by-product supplemented with urea and Chinese hibiscus (Hibiscus rosa-sinensis L). Materials and methods. The materials of the research used 15 male local sheep aged ± 8 months with an average body weight of 13 ± 1.1 kg. The treatments researched were in the form of agro-industrial by-product feed formula consist of corn husk, pineapple skins, durian skin, tea dergs, dried bread, vermicelli waste, mineral mix, molasses, Chinese hibiscus, urea, and drinking water. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 5 repititions. The treatments were R1 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0% Chinese hibiscus + 2% urea (formula 1); R2 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0.1% Chinese hibiscus + 2.5% urea (formula 2); R3 : Basal feed based on agro-industrial by-product + 0.2% Chinese hibiscus + 3% urea (formula 3). Results. The result of the research showed that the average digestibility of dry matter in the treatments were R1 : 76.92 ± 2.20%; R2: 76.17 ± 3.04%; and R3: 76.43 ± 1.30%. And the average digestibility of organic matter in the treatments were R1: 81.21 ± 1.88%; R2: 80.46 ± 2.67%; and R3: 80.81 ± 1.15%. Based on the analysis of variance present that the given treatment is not proved (P>0.05) on the digestibility of dry matter and organic matter. Conclusion. This research concluded that agro-industrial by-product feed supplemented with urea and Chinese hibiscus flour do not provide a statistically of dry mattter and organic matter is high.

References

Akbar, S.A. 2007. Pemanfaatan Tandan Kosong Sawit Fermentasi yang Dikombinasikan dengan Defaunasi dan Protein By Pass Rumen terhadap Performans Ternak Domba. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture. 32(2): 80-85.
Ali, A. 2005. Degradasi Zat Makanan dalam Rumen dari Makanan Berkadar Serat Tinggi yang diamoniasi Urea. Jurnal Peternakan. 2(1): 29-34.
Amin, M., S. D. Hasan, O. Yanuarianto, M. Iqbal, dan I. W. Karda. 2016. Peningkatan Kualitas Jerami Padi Menggunakan Teknologi Amoniasi Fermentasi. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 2(1): 96-103.
Ekawati, E., A. Muktiani, dan Sunarso. 2014. Efisiensi dan Kecernaan Ransum Domba yang Diberi Silase Ransum Komplit Eceng Gondok Ditambahkan Starter Lactobacillus plantarum. Agripet. 14(2): 107-114.
Fathul, F., dan S. Wajizah. 2010. Penambahan Mikromineral Mn dan Cu dalam Ransum terhadap Aktivitas Biofermentasi Rumen Domba Secara In Vitro. JITV. 15(1): 9-15.
Handarini, R., D. Sudrajat, dan A. Prasetyo. 2016. Performa Domba Lokal yang Diberi Konsentrat Berbasis Limbah Agroindustri Selama Masa Kebuntingan. In: Seminar Nasional dan Gelar Produk SENASPRO, Universitas Djuanda, Bogor. p 133-142.
Hapsari, N. S., D. W. Harjanti, dan A. Muktiani. 2018. Fermentabilitas Pakan dengan Imbuhan Ekstrak Daun Babadotan (Ageratum conyzoides) dan Jahe (Zingiber officinale) pada Sapi Perah secara In Vitro. Agripet. 18(1): 1-9.
Harahap, N., E. Mirwandhono, dan N. D. Hanafi. 2017. Uji Kecernaan Bahan Kering, Bahan Organik, Kadar NH3 dan VFA pada Pelepah Daun Sawit Terolah pada Sapi secara In Vitro. Jurnal Peternakan. 1(1): 13-21.
Hernawan, I., A. Budiman, B. Ayuningsih. 2008. Pengaruh Penundaan Pemberian Ampas Tahu pada Domba Diberi Rumput Gajah terhadap Konsumsi dan Kecernaan. Jurnal Ilmu Ternak. 8(1): 1-6.
Irhamni, Saudah, Diana, Ernilasari, M. A. Suzanni, dan Israwati. 2019. Karakteristik Briket yang Dibuat dari Kulit Durian dan Perekat Pati Janeng. Jurnal Kimia dan Kemasan. 41(1): 11-16.
Jalaludin. 1994. Uji Banding Gamal dan Angsana sebagai Sumber Protein, Daun Kembang Sepatu dan Minyak Kelapa sebagai Agensia Defaunasi, dan Suplementasi Analog Hidroksi Methionin dan Amonium Sulfat dalam Ransum Pertumbuhan Sapi Jantan. Tesis Magister, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Kasmiran, A. 2011. Mikroorganisme Fermentasi Jerami Padi Dengan Mikroorganisme Lokal Terhadap Kandungan Bahan Kering, Bahan Organik, dan Abu. Lentera. 11(1): 48-52.
Libra, B. O., T. H. Wahyuni, dan E. Mirwandhono. 2014. Uji Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pakan Komplit Hasil Samping Ubi Kayu Klon pada Domba Jantan Lokal Lepas Sapih. Jurnal Peternakan Integratif. 3(1): 11-21.
Marhaeniyanto, E., dan S. Susanti. 2011. Strategi Suplementasi Leguminosa Untuk Meningkatkan Penampilan Domba. Buana Sains. 11(7): 7-16.
Nasution, A. 2009. Pengaruh Penggantian Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan Rumput Kumpai (Hymenachne amplixicaulis) Terhadap Kecernaan Bahan Kering & Bahan Organik dan Konsumsi Air Minum Domba Lokal Jantan. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 12(2): 78-82.
Putra, S. 2006. Pengaruh Suplementasi Agensia Defaunasi dan Waktu Inkubasi terhadap Bahan Kering, Bahan Organik Terdegradasi dan Produk Fermentasi secara In Vitro. Animal Production. 8(2): 121-130.
Purbowati, E., C.I. Sutrisno, E. Baliarti, S. P. S. Budhi, W. Lestariana, E. Rianto, dan Kholidin. 2009. Penampilan Produksi Domba Lokal Jantan Dengan Pakan Komplit dari Berbagai Limbah Pertanian dan Agroindustri. In: Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. p 130-138.
Rianto, E., E. Haryono, dan C. M. S. Lestari. 2006. Produktivitas Domba Ekor Tipis Jantan yang Diberi Pollard Dengan Aras Berbeda. In: Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. p 431-439.
Salundik, Suryahadi, S. S. Mansjoer, D. Sopandie, dan W. Ridwan. 2012. Cemaran Timbal (Pb) dan Arsen (As) pada Susu Sapi Perah yang Diberi Pakan Limbah Organik Pasar di Peternakan Sapi Perah Kebon Pedes Bogor. Jurnal Peternakan Indonesia. 14(1): 308-317.
Suardin, N. Sandiah, dan R. Aka. 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Campuran Rumput Mulato (Brachiaria hybrid.cv.mulato) dengan Jenis Legum Berbeda Menggunakan Cairan Rumen Sapi. Jitro. 1(1): 16-22
Suparwi, I. Irawan, dan S. Utami. 2012. Kecernaan Bahan Organik dan Kadar Amonia Onggok yang Difermentasi dengan Aspergillus niger Secara In Vitro. In: Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan II Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. p 226-231.
Surbakti, T. J. V., M. Tafsin, dan A. H. Dauly. 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Ransum yang Mengandung Pelepah Daun Kelapa Sawit dengan Perilaku Fisik, Kimia, Biologi dan Kombinasinya pada Domba. Jurnal Peternakan Integratif. 3(1): 62-70.
Thaariq, S. M. H. 2017. Pengaruh Pakan Hijauan dan Konsentrat Terhadap Daya Cerna pada Sapi Aceh Jantan. Genta Mulia. 7(2): 78-89.
Thalib, A. 2008. Buah Lerak Mengurangi Emisi Gas Metana pada Hewan Ruminansia. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertaninan. 30(2): 11-12.
Wahyuni, D. S., S. Suhartati, M. N. Rofiq, I. W. A. Darmawan, dan N. Hidayah. 2014. Karakteristik Fermentasi dan Kecernaan In Vitro Senyawa Bioaktif Ampas The (Camellia sinesis) sebagai Protein Bypass daun Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L). In: Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. p 118-124.
Wahyuni, I. M. D., A. Muktiani, dan M. Christianto. 2014. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik dan Degradibilitas Serat pada Pakan yang Disuplementasi Tanin dan Saponin. Agripet. 2(2): 115-124.
Wahyuni, I. M. D., A. Muktiani, dan M. Christianto. 2014. Penentuan Dosis Tanin dan Saponin Untuk Defaunasi dan Peningkatan Fermentabilitas Pakan. JITP. 3(3): 133-140.
Widodo, F. Wahyono, dan Sutrisno. 2012. Kecernaan Bahan Kering, Kecernaan Bahan Organik, Produksi VFA, dan NH3, Pakan Komplit Dengan Level Jerami Padi Berbeda Secara In Vitro. Animal Agricultural Journal. 1(1): 215-230.
Widyawati, S. D., S. F. Silalahi, dan I. Astuti. 2017. Efektifitas Daun Kembang Sepatu sebagai Agensia Defaunasi dalam Pakan Konsentrat Tinggi Menggunakan Jenis Hijauan Berbeda pada Kecernaan Nutrien Kambing Kacang. Sains Peternakan. 15(2): 87-91.
Yamashita, S. A., R. D. Rachmat, A. R. Tarmidi, B. Ayuningsih, dan I. Hernaman. 2020. Kecernaan Ransum yang Mengandung Limbah Roti pada Domba. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis. 7(1): 47-51.
Yanti, E. G., Isroil, dan T. H. Suprayogi. 2013. Performans Darah Kambing Peranakan Ettawa Dara Yang Diberi Ransum Dengan Tambahan Urea Yang Berbeda. Animal Agriculture Journal. 2(1): 439-444.
Yanuarianto, O., M. Amin, M. Iqbal, S. D. Hasan. 2015. Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Jerami Padi yang Difermentasi dengan Kombinasi Kapur Tohor, Bacillus s., dan Air Kelapa pada Waktu yang Berbeda. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia. 1(1): 55-61.
Yanuartono, A. Nururrozi, S. Indarjulianto, H. Purnamaningsih dan S. Rahardjo. 2018. Urea: Manfaat pada Ruminansia. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 28(1): 10-34.
Published
2021-03-15
Section
Articles